Amerika Serikat Akan Kembangkan Operasi Tempur Luar Angkasa

Deputi Menlu AS, Sergei Ryabkov menyatakan, AS keluar dari Traktat Langit Terbuka (OST) karena ingin mengembangkan medan tempur luar angkasa

AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Oliver Contreras/POOL
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Deputi Menlu AS, Sergei Ryabkov menyatakan, AS keluar dari Traktat Langit Terbuka (OST) karena ingin mengembangkan medan tempur luar angkasa.

Pernyataan Ryabkov disampaikan dalam diskusi daring yang digelar Yayasan Diplomasi Publik Alexander Gorchakov, Jumat (22/5/2020).

Rusia telah menerima catatan diplomatic dari AS terkait keputusan menarik diri dari traktat yang ditandatangani 35 negara di dunia itu.

“Kami telah menerima catatan dari Kedubes AS terkait keputusan itu, berisi langkah-langkah penarikan diri dari traktat,” kata Ryabkov.

Sejak lama menurut Ryabkov, Rusia mengamati, AS ingin mengembangkan medan tempur di luar angkasa. Keluar dari traktat itu merupakan langkah awal politik.

Beberapa pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan terbentuknya Armada Tempur Luar Angkasa AS (US Space Force).

Bendera dan logo armada tempur baru AS itu diperkenalkan di Gedung Putih. Pasukan tempur ini telah disiapkan sejak 20 Desember 2019.

Rusia dan China telah membangun kesepahaman untuk menyusun traktar yang bisa mencegah penempatan senjata di luar angkasa.

China telah memberikan tanggapan atas keputusan AS keluar dari OST ini. Juru bicara Kemenlu China Zhao Lijian menyebut langkah itu membahayakan keamanan global.

“Langkah it akan member dampak negative keamanan dan stabilitas wilayah,” kata Lijian di Beijing. “Kami sangat menyesalkan situasi ini,” lanjutnya.

Halaman
123
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved