Yogyakarta

Industri Pariwisata DIY Godok Persiapan Normal Baru

Dinas Pariwisata DIY bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) setempat tengah bersiap memberlakukan The New Normal (kondisi normal baru)

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata DIY bersama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) setempat tengah bersiap memberlakukan The New Normal (kondisi normal baru) guna memulihkan industri pariwisata yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Sejumlah persiapan dan upaya akan diberlakukan di industri pariwisata pada masa normal baru untuk tetap mencegah penyebaran Covid-19 di samping dunia usaha akan tetap berjalan kembali dan perlahan-lahan memulihkan kondisi ekonomi DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menyatakan, pada situasi normal baru wisatawan akan menuntut standar yang optimal dalam memastikan kesehatan mereka sewaktu beraktivitas di luar. Mereka akan menuntut standar kebersihan, kesehatan dan keamanan di destinasi wisata.

Kawasan Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Bakal Terapkan The New Normal Pariwisata

"Sehingga Dinas Pariwisata DIY bersama GIPI DIY sedang menyiapkan pemenuhan standar dan fasilitas tersebut yang akan diberlakukan di semua industri pariwisata di DIY termasuk destinasi wisata," kata Singgih dalam keterangannya, kemarin.

Dia menerangkan, sejumlah persiapan itu akan meliputi pembersihan destinasi wisata, perbaikan fasilitas di destinasi wisata, penambahan fasilitas kebersihan, penyediaan fasilitas cuci tangan, dan peningkatan kualitas SDM dengan pelatihan online (Marketing, Visitor manajemen, Pemanduan).

Selain itu ada pula penyusunan SOP standar protokol kebersihan, kesehatan dan keamanan untuk akomodasi, restoran, transportasi, destinasi dan event, sosialisasi dan uji coba SOP standar protokol kebersihan, dan juga kesehatan dan keamanan.

Dalam penyiapan SOP industri pariwisata DIY yang meliputi kesiapan dari hotel, restoran, transportasi, pemandu dan destinasi wisata itu Dinas Pariwisata DIY akan berkolaborasi dan koordinasi dengan GIPI DIY yang menaungi 22 UJP serta menerima atau melayani wisatawan dengan berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

"Sebagai contoh di hotel pada saat wisatawan menginap, prosedur apa saja yang harus di ikuti, pengecekan suhu badan, penggunaan masker, penanganan kamar setelah tamu check out dan lainnya, termasuk transportasi, daya tampung mobil menyesuaikan pula pada protokol jaga jarak, penyediaan handsanitizer dan yang lain," ucap Singgih.

Dispar DIY Siapkan Rp 425 Juta untuk Recovery Pariwisata di Bulan Mei

Selain itu, dipersiapkan pula sarana informasi berupa penyiapan konten video yang berisi serangkaian kegiatan kesiapan di destinasi atau desa wisata, bagaimana industri pariwisata mendemonstrasikan keseriusan dalam menyiapkan kebersihan dan sanitasi dengan serius.

"Langkah ini kami lakukan dengan memberikan stimulus pemasangan wastafel di 50 destinasi/desa wisata di DIY dengan pola padat karya masyarakat di destinasi dan desa wisata tersebut, secara prinsip bahwa pada saat ini kami membantu bagaimana destinasi
dan pelaku usaha pariwisata untuk dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu dan meyakinkan wisatawan memperoleh jasa dan pelayanan sesuai dengan yang diharapkan," tambah dia.

Namun demikian, Singgih belum merinci kapan destinasi wisata tersebut akan segera dioperasikan.

Saat ini, pihaknya tengah memastikan bahwa persiapan untuk pembukaan berjalan dengan baik dan matang pada saat dibuka kembali.

"Berkaitan dengan kapan dibukanya destinasi wisata di DIY tentunya akan memperhatikan kesiapan baik destinasi maupun SDM dan melihat situasi kondisi perkembangan Covid-19 serta setelah mendapat rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di DIY," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved