Apa Itu Hilal yang Dijadikan Pedoman Penentuan 1 Syawal 1441 Hijriah

Hilal adalah Penampakan sabit Bulan yang paling awal terlihat dari Bumi sesudah Konjungsi / Ijtima’ dan Matahari terbenam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
bmkg.go.id
Peta ketinggian Hilal tanggal 23 Mei 2020 untuk pengamat antara 60o LU s.d. 60o LS 

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta - Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingiBumi dan Bumi dengan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu.

Salah satu penentuan waktu adalah penentuan awal bulan Hijriah yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Penentuan awal bulan Hijriahi ini sangat penting bagi umat Islam dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal bulan Ramadan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Berikut penjelasan hilal dilansir Tribunjogja.com dari laman BMKG:

1. Hilal adalah Penampakan sabit Bulan yang paling awal terlihat dari Bumi sesudah Konjungsi / Ijtima’ dan Matahari terbenam.

2. Konjungsi / Ijtima’ : Peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan dan Matahari sama, dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.

3. Terbenam adalah Peristiwa ketika bagian atas piringan Matahari atau Bulan tepat di Horizonteramati. Hal ini bergantung pada berbagai hal, yang di antaranya adalah
masing-masing semi diameter Matahari dan Bulan, efek hamburan / refraksi atmosfer Bumi dan elevasi pengamat di atas permukaan laut.

Dalam perhitungan standar untuk terbenam Matahari, semi diameter Matahari dianggap 16’ dan efek refraksi atmosfer Bumi dianggap 34’. Adapun untuk Bulan, nilai semi diameternya haruslah yang sebenarnya pada saat tersebut. Elevasi pengamat dianggap 0 meter di atas permukaan laut.

Dilansir dari kompas.com, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) menggelar pengamatan hilal atau rukyatul hilal dalam rangka menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah.

Proses rukyatul hilal itu akan mulai dilaksanakan Jumat 22 Mei 2020.

"Sesuai Keputusan Muktamar NU ke–33 tahun 1999 di Pondok Pesantren Lirboyo Jawa Timur, maka rukyatul hilal akan digelar di seluruh Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah hukum," demikian yang tertulis dalam draf resmi informasi rukyatul hilal PBNU, Kamis (22/5/2020).

Rukyatul hilal adalah metode pengamatan atau observasi terhadap hilal lengkungan bulan sabit paling tipis yang berketinggian rendah di atas ufuk barat pasca matahari terbenam (ghurub) dan bisa diamati.

Cara melakukan rukyatul hilal terbagi menjadi tiga, yakni mengandalkan mata telanjang, mata dibantu alat optik teleskop hingga penggunaan teleskop yang dengan terhubung sensor atau kamera.

Penyelenggaraan rukyatul hilal akan dilaksanakan di 38 lokasi yang diseluruh Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved