Kesehatan

Ahli Gizi Sebut Nilai Gizi Telur Ayam Infertil Tidak Berbeda, Waspadai Kuning Telur yang Encer

Masyarakat diimbau supaya membuka telur sebelum dimasukkan ke dalam pemasakan untuk menghindari telur busuk.

recipes.timesofindia.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli telur ayam di masa pandemi, sebab mulai marak dijual telur ayam infertil dengan harga yang jauh lebih murah.

Ketua DPD Perhimpunan Pakar Gizi (Pergizi) Pangan DIY, R. Dwi Budiningsari, S.P., M.Kes., Ph.D. menjelaskan, di pasaran yang biasanya beredar adalah telur ayam ras dari peternak ayam petelur. 

Namun, di masa pandemi ini beredar hatching eggs (HE) yang seharusnya ditetaskan oleh perusahaan pembibitan ayam broiler atau pedaging. 

“Telur infertil (HE) ini dijual ke pasaran karena permintaan daging ayam menurun signifikan. Sebenarnya, itu tidak diperbolehkan menurut peraturan Kementerian Pertanian karena menyebabkan over supply yang membuat harga telur di pasaran menjadi anjlok dan peternak ayam petelur merugi,” ujarnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (21/5/2020).

Dwi menerangkan, larangan ini tertuang dalam Permentan No. 32/Permentan/PK. 230/2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Di dalamnya disebutkan pelaku usaha pembibitan dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Selain dari telur infertil, lanjut dia, telur HE bisa berasal dari telur fertil namun tidak ditetaskan oleh perusahaan pembibitan ayam pedaging.

Menurut Dwi, telur ayam ras biasa memiliki masa simpan hingga 30 hari di suhu ruangan.

Sementara, telur infertil hanya tahan selama 7 hari, sehingga lebih cepat busuk.

Halaman
123
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved