Militer Venezuela Siap Total Sambut dan Kawal Tanker Iran Pembawa BBM
Militer Venezuela Siap Total Sambut dan Kawal Tanker Iran Pembawa BBM ke Negaranya
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, CARACAS - Militer Venezuela bersiap menyambut dan mengawal kapal-kapal tanker Iran pembawa bahan bakar ke negara itu ketika mereka memasuki zona ekonomi eksklusif Venezuela.
Tekad disampaikan Menteri Pertahanan Jenderal Vladimir Padrino, Kamis (21/5/2020) WIB. Kesiapan militer Venezuela juga mengantisipasi pencegatan dan aksi sepihak militer AS yang berupaya mencegat kapal-kapal Iran itu sampai ke Caracas.
Ketegangan meningkat di kawasan Atlantik dan Karibia menyusul lima kapal tanker Iran telah melewati Selat Gibraltar, dan akan segera mendekati Venezuela.
Situasi ini berpotensi memicu konflik serius, krisis internasional, setelah sebelumnya ada aksi penyusupan bersenjata asing dari Kolombia ke Venezuela. Infiltrasi asing melibatkan kontraktor keamanan swasta AS.
Presiden Nicolas Maduri menuduh operasi bersenjata yang digagalkan itu ada peran langsung Presiden Donald Trump. Mereka bertujuan menangkap dirinya, dan akan membawanya ke wilayah Amerika.
Dalam wawancara televisi pemerintah, Padrino mengatakan pasukan pengawal laut akan menyambut lima kapal tanker itu secara penuh. Venezuela berterima kasih kepada rakyat Iran atas solidaritas dan kerja sama mereka.
Pernyataan Padrino dikutip kantor berita Reuters. Padrino juga mengatakan pemerintah Venezuela telah melakukan kontak dengan Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Amir Hatami.
• Empat Tanker Iran Lewati Selat Gibraltar, Langsung Menuju Venezuela
• Dalam Pertempuran Laut, Amerika Serikat Disebut Bakal Kewalahan Hadapi China
Sanksi AS terhadap Venezuela telah mencekik ekonomi negara Amerika Selatan itu. Pada Januari, negara itu terpaksa menutup kilang minyak terakhirnya.
Terlepas dari kenyataan ekspor utama adalah minyak bumi, Venezuela saat ini mengalami kekurangan bahan bakar.
Kamis lalu, seorang pejabat AS mengklaim berdasar informasi yang berkualitas tinggi, Venezuela membayar Iran berton-ton emas dengan imbalan bahan bakar.
"Ini (info) tidak hanya tidak diterima Amerika Serikat tetapi juga tidak diterima kawasan, dan kami sedang melihat langkah-langkah yang dapat diambil," kata pejabat yang tidak disebut namanya itu oleh Reuters.
Ia tidak menguraikan langkah-langkah apa yang sedang dipertimbangkan tetapi mengatakan semua opsi akan diberikan kepada Presiden AS Donald Trump.
Jumat pekan lalu, kantor berita Iran memperingatkan AS agar tidak mengambil tindakan terhadap beberapa tanker berbendera Iran yang mengangkut bahan bakar ke Venezuela.
"Jika Amerika Serikat, seperti halnya perompak, berniat menciptakan rasa tidak aman di perairan internasional, itu akan mengambil risiko berbahaya dan itu tentu saja tidak akan hilang tanpa dampak," kata Kantor Berita Iran Nour.
Nour menambahkan di laporannya, kapal-kapal perang AS sedang dalam perjalanan menuju ke perairan di Atlantik guna mencegat kapal tanker di Karibia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi Minggu lalu juga memperingatkan AS akan sangat menderita jika mereka melakukan tindakan terhadap tanker bahan bakar Iran.
“Jika Amerika mengambil tindakan apa pun terhadap pergerakan kapal kami yang bebas dan legal, mereka akan menghadapi tanggapan tegas kami," kata Mousavi kepada wartawan di Teheran.
Bulan lalu, Teheran dikecam AS dan sekutu-sekutunya karena membantu Caracas memperbaiki kembali unit pengolahan minyak di kilang besar Cardon yang rusak berat. Peralatan kilang dikirim Iran menggunakan pesawat terbang Mahan Air.
Selain mengintimidasi akan menangkap kapal tanker Iran, AS sedang mempertimbangkan sanksi baru dan tindakan hukum untuk mencegah Iran mengekspor bahan bakar ke Venezuela.
Perkembangan ini dilaporkan The Wall Street Journal. Menurut WSJ, pengiriman minyak dari Iran ini akan jadi jalur penyelamat pemerintah Presiden Nicolas Maduro, yang ditekan habis oleh Washington.
Sumber militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan, Angkatan Laut Iran terus mencermati pergerakan semua kapal AS dan sekutunya di Selat Hormuz.
Mereka mengabaikan peringatan AS agar kapal-kapal Iran berlanyar minimal sejauh 100 meter dari kapal Amerika.(Tribunjogja.com/ Sputniknews/AMN/xna).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/enam-tempat-menakjubkan-bertemunya-dua-laut-air-tak-pernah-bercampur_20180708_194710.jpg)