Kota Yogyakarta

Mayoritas Gepeng di Kota Yogya Berasal dari Luar DIY

Jelang Idulfitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta semakin menggencarkan razia gelandangan dan pengemis (gepeng).

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jelang Idulfitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta semakin menggencarkan razia gelandangan dan pengemis (gepeng).

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengatakan jumlah gepeng yang dirazia tidak tentu. Namun paling banyak ia mengamankan 23 gepeng dalam sekali razia.

"Ada kemungkina bertambah (jumlah gepeng jelang Idulfitri). Jumlahnya tidak tentu, kadang 10, kadang 20, kadang cuma 5 karena mobil sudah penuh sama gerobaknya. Paling banyak 23,"katanya, Kamis (21/03/2020).

Tunda THR, Perusahaan di Gunungkidul Diminta Tetap Penuhi Komitmen

Titik-titik yang menjadi fokus razia adalah jalan Laksda Adisutipto ke barat, Jalan MT Haryono, Kolonel Sugiyono, kawasan Madalakrida, dan Kotabaru Yogyakarta.

Dari hasil razia, yang paling banyak dijumpai adalah gepeng yang berasal dari luar DIY. Sedangkan yang berasal dari DIY hanya sedikit saja.

"Kita bawa ke shelter Dinsos DIY di Sewon. Untuk warga DIY kita lakukan pembinaan dan diminta pulang. Kemarin ada kita temukan di sekitar Kridosono, ada 4 warga DIY, kita suruh pulang," ujarnya.

"Yang warga luar DIY juga sama, kita minta untuk pulang juga. Paling jauh kemarin Lampung, Cirebon, ada warga Magelang juga, ya diminta pulang. Alasananya macam-macam, ada yang karena kecopetan, kehabisan bekal, terus nggak bisa pulang," sambungnya.

VIRAL, Video Pria Menangis di Pinggir Jalan Sambil Jual Blender Gara-gara Tak Punya Uang untuk Makan

Ia memprediksi gepeng di Kota Yogyakarta menurun setelah Idulfitri.

Sebab selama ini gepeng bertambah menjelang buka puasa.

Menurut dia, gepeng tersebut memang sengaja menunggu di pinggir jalan untuk menunggu bantuan.

Pihaknya pun meminta masyrakat untuk tidak memberikan bantuan di pinggir jalan. Sebab hal itu dapat menimbulkan kerumunan.

"Sudah ada aturan dari Dinsos (Dinas Sosial), bahwa di Kota Yogyakarta memang tidak boleh memberikan bantuan di jalan. Ada juga aturan dari BNPB, bagaimana penyaluran dan sebagainya. Masyrakat bisa menyerahkan bantuan langsung ke wilayah saja," tambahnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved