Ramadhan 2020

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2020 Jumat 22 Mei Wilayah Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Medan

Berikut adalah jadwal Imsakiyah Ramadhan 2020, Jumat (22/5/2020), untuk wilayah Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2020 wilayah Yogyakarta, Solo, Semarang dan sekitarnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Jadwal Imsakiyah puasa Ramadhan 2020, Jumat (22/5/2020), khusus wilayah Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Rasulullah SAW pernah bersabda ada tiga jenis kezhaliman, seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dilansir Tribunjogja.com dari laman resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, tiga jenis kedzaliman tersebut adalah kezhaliman yang tidak dibiarkan oleh Allah, kezhaliman yang diampuni, dan kezhaliman yang tidak diampuni.

Hadis tiga jenis kezhaliman.
Hadis tiga jenis kezhaliman. (https://bimasislam.kemenag.go.id)

"Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Kezhaliman itu ada 3 jenis (yaitu) kezhaliman yang tidak dibiarkan oleh Allah, kezhaliman yang diampuni, dan kezhaliman yang tidak diampuni. Adapun kezhaliman yang tidak diampuni adalah syirik (menyekutukan Allah). Adapun kezhaliman yang diampuni yaitu kezhaliman seorang hamba dalam hubungan antara dirinya dengan Allah. Sedangkan kezhaliman yang tidak dibiarkan yaitu kezhaliman seorang hamba terhadap sesama, kemudian Allah menuntut balasan untuk sebagian mereka dari sebagian yang lain,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pertama, kezhaliman yang tidak diampuni, yaitu kezhaliman seorang hamba kepada Allah dengan menyembah dan beribadah kepada selain-Nya, atau dikenal dengan syirik.

Syirik adalah kezhaliman terbesar karena menempatkan makhluk bukan para tempatnya, yaitu sebagai sesembahan dan sandaran kehidupan.

Kedua, kezhaliman yang diampuni adalah kezhaliman yang terjadi antara hamba dengan Allah dengan meninggalkan perintah-Nya atau mengerjakan larangan-Nya.

Perbuatan tersebut dikatakan zhalim karena tidak sesuai dengan tujuan penciptaan manusia yaitu menghambakan diri kepada Allah SWT dengan ketaatan.

Namun jika ia bertaubat, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosanya sebagaimana Nabi Adam AS yang melanggar perintah Allah untuk tidak mendekati pohon larangan, namun atas godaan Iblis, akhirnya nabi Adam dan Hawa memakan buah pohon larangan tersebut, dan menyesali perbuatannya itu seraya berkata:

“Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi,” (Al-A’raf ayat 23).

Halaman
12
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: Yoseph Hary W
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved