Yogyakarta

Mendekati Lebaran, Gula Pasir di DIY Kembali Langka, Pemda Batasi Pembelian Hanya 2 Kilogram

Selama satu pekan ke depan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY membatasi pembelian gula pasir di pasaran, mengingat ketersediaan stok gula pasir saat ini m

makingsenseofsugar.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama satu pekan ke depan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY membatasi pembelian gula pasir di pasaran, mengingat ketersediaan stok gula pasir saat ini memprihatinkan.

Kondisi tersebut terlihat dari tiga pasar pantauan yang ada di DIY yakni Pasar Demangan, Kranggan, dan Pasar Beringharjo.

Di tiga pasar tersebut, stok gula yang tersedia untuk saat ini, data Dinas Perindustrian dan Perdaganganan (Disperindag) DIY mencatat stok gula pasir hanya sebanyak 7.286 kilogram.

Sementara volume pembelian persatu minggunya perpedagang mencapai 11.234 kilogram. Artinya, kekurangan stok gula mencapai 3.948 kg perminggunya. Sementara ketersediaan stok saat ini diperkirakan hanya bertahan selama empat hari ke depan.

Hal itu dibenarkan Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Apriyanto, ia mengatakan, langkanya pasokan gula tersebut lantaran proses izin import dari pemerintah pusat mengalami keterlambatan.

Pemkot Yogyakarta Gandeng LPMK untuk Operasi Gula Pasir

Ia mengatakan, pemerintah pusat baru mengeluarkan surat izin import gula pasir pada Maret lalu.

Akibatnya, proses pendistribusian pun terlambat.

Yanto menambahkan, untuk saat ini sudah ada 160.000 ton gula pasir yang sudah siap didsitribusikan oleh pemerintah pusat.

Ia memperkirakan Juni nanti baru akan kembali dikirim ke DIY.

Halaman
123
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved