Wabah Virus Corona

Misteri Klaster Virus Corona di Batam, Renggut Nyawa Balita hingga Menginfeksi 5 Orang Sekeluarga

Meninggalnya balita 2 tahun yang positif COVID-19 meninggalkan pertanyaan dari mana asal klaster balita tersebut. Klaster misterius juga terjadi

Editor: Yoseph Hary W
www.babycenter.com
Ilustrasi bayi 

TRIBUNJOGJA.COM, BATAM - Wabah Virus Corona di Batam belakangan diwarnai temuan kasus baru dengan klaster yang belum diketahui asal usulnya. 

Salah satunya, klaster yang belum diketahui tersebut adalah asal usul terpaparnya balita 2 tahun yang bahkan akhirnya meninggal dunia akibat Virus Corona

Petugas dan tim kesehatan setempat pun melakukan pelacakan dan tracing. 

Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan lebih dari dua ribu warga Batam, Kepulauan Riau (Kepri) diketahui mengalami demam tinggi, batuk, mual-mual dan muntah-muntah yang identik dengan gejala awal virus corona atau covid-19.
Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan lebih dari dua ribu warga Batam, Kepulauan Riau (Kepri) diketahui mengalami demam tinggi, batuk, mual-mual dan muntah-muntah yang identik dengan gejala awal virus corona atau covid-19. (KOMPAS.COM/HADI MAULANA)

Sebagaimana dikutip Tribun Jogja dari kompas.com, kasus Virus Corona atau COVID-19 di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali merenggut nyawa.

Seorang balita perempuan berinisial VS berusia 2 Tahun meninggal dunia.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Batam yang juga Wali Kota Batam, HM Rudi mengaku hingga kini belum diketahui klaster dari balita tersebut.

“Belum diketahui dari mana balita ini, namun tracing masih terus dilakukan tim kesehatan Dinkes Batam,” kata Rudi melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Balita VS yang tercatat kasus 077 Batam ini tinggal di perumahan Tembesi Kelurahan Tembesi Kecamatan Sagulung Kota Batam.

Dimana yang bersangkutan pada tanggal 15 Mei 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, dengan dibawa oleh orang tuanya datang berobat ke IGD RSUD Embung Fatimah Batam dalam kondisi tidak ada respons atau tidak menangis sejak pagi hari.

Ada benjolan di leher

Menurut orangtuanya anak tersebut sudah mengalami demam sejak lima hari sebelumnya yang disertai BAB cair dan berlendir dan ditemukan benjolan di bawah lehernya.

Selanjutnya dilakukan perawatan di bangsal anak dengan sebelumnya dilakukan peneriksaan RDT dengan hasil Non Reaktif.

Kemudian pada tanggal 16 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya baru diketahui pada hari ini, Selasa (19/5/2020) dengan terkonfirmasi Positif Virus Corona.

“Namun sebelumnya, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 13.30 WIB yang bersangkutan mengalami kondisi pemburukan, dan untuk mengatasi kondisi tersebut dokter telah berusaha melakukan tindakan upaya pertolongan yang maksimal namun pada pukul 18.30 WIB yang bersangkutan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” jelas Rudi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved