Bisnis

JNE Berikan Kontribusi Nyata untuk Brand Lokal

VP Marketing JNE, Eri Palgunadi menyampaikan, pada kondisi seperti ini, pengusaha lokal dihadapkan pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan kondisi

Istimewa
Upaya JNE dalam membatu penanganan Covid-19 dengan memberikan program diskon dan layanan gratis untuk pengiriman APD. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Berdasarkan survei, sebanyak 96% pelaku UMKM sudah mengalami dampak negatif Covid-19 dan 75% mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan.

VP Marketing JNE, Eri Palgunadi menyampaikan, pada kondisi seperti ini, pengusaha lokal dihadapkan pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan kondisi baru. Di tengah pandemi Covid-19, para pengusaha harus berani keluar dari zona nyaman.

"Para pelaku usaha lokal harus cerdik, harus jeli melihat posisinya saat ini," ujar Eri dalam acara Inspira Webinar secara online antara JNE dan Young On Top.

JNE Berikan Sebanyak 180 APD dalam Penanganan Covid-19

Dalam kesempatan yang sama, Brand Activist yang juga host dalam Inspira Webinar with JNE, Arto Biantoro mengatakan, pada saat pandemi, banyak yang bisa dilakukan untuk membantu UMKM.

"Dengan menurunnya penjualan para UMKM, cara membantu mereka yaitu dengan membeli produk mereka," ujarnya melalui siaran pers Senin (19/5/2020).

Arto menyampaikan, pada masa sulit sekarang ini, harus saling bahu - membahu agar keadaan semakin cepat membaik.

Hal ini juga diamini oleh Eri terkait upaya JNE dalam membatu penanganan Covid-19 dengan memberikan program diskon dan layanan gratis untuk pengiriman APD.

LinkAja Permudah Pelanggan JNE Saat Pembayaran

"Sejak dulu JNE telah mendukung langkah UMKM dengan program JLC (JNE Loyalty Card) yang telah memberikan banyak benefit kepada UMKM. Selain itu melalui program pesona (Pesanan Oleh-oleh Nusantara) untuk mendukung produsen makanan khas. Serta program Friendly Logistik untuk memudahkan bisnis UMKM," paparnya.

Eri menambahkan, jika brand harus berproses artinya harus belajar agar dapat melewati pandemi ini.

Kuncinya ada 3 yaitu update, berpikir positif dan optimis terhadap perubahan.

Selain itu juga penting untuk persistence jika produk tidak laku maka jangan terus mundur. Hal itu kurang lebih modal sebuah brand untuk bertahan dan berkembang. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved