Breaking News:

Jelang Idul Fitri, Wali Kota Magelang Larang Warga Shalat Id di Luar Rumah

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta warganya untuk tidak melaksanakan shalat Idul Fitri berjamaah di luar rumah, Senin (18/5/2020)

Penulis: Maria Arimbi Haryas Prabawanti | Editor: Mikhael Gewati
Dok. Humas Pemkot Magelang
Rapat Persiapan Pemkot Magelang menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020 di Aula Adipura Kencana Komplek Kantor Wali Kota Magelang, Senin (18/5/2020). 

TRIBUN-JOGJA.com - Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta warga untuk tidak melaksanakan shalat id berjamaah di masjid, lapangan maupun tempat terbuka lainnya pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020 ini.

Hal ini ditegaskan Sigit dalam rapat persiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020 di Aula Adipura Kencana Komplek Kantor Wali Kota Magelang, Senin (18/5/2020).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jogja, ia mengatakan hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

Sigit mengatakan, pihaknya merujuk pada ketentuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang menganjurkan umat Islam melakukan shalat id dan khotbah bersama keluarga di rumah masing-masing.

"Kalau pendapat MUI Jateng, umat Islam yang bukan di zona merah boleh shalad id di masjid atau lapangan," kata Sigit.

Menurutnya, sebagai pemimpin harus punya keputusan jelas, maka ia kembali menegaskan, Kota Magelang patuh pada MUI Jateng dengan tidak mengadakan shalat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan terbuka.

"Keputusan ini diambil bertujuan agar penularan virus corona tidak semakin meluas, sebab penularan virus bisa terjadi melalui interaksi antar manusia maupun benda yang terpapar virus," ujar Sigit.

Selain itu, Sigit juga mengingatkan semua stake holder Pemkot Magelang bahu membahu mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi lonjakan warga yang memenuhi pusat-pusat perbelanjaan.

Hal ini karena tradisi prepegan atau berbelanja menjelang lebaran masih dilakukan warga.

"Rakyat tetap merayakan lebaran, pasar rame, pusat perbelanjaan dibuka, berjubel antre, kami harus hadir, harus antisipasi seperti tahun-tahun kemarin. Tetap atur lalu lintas meskipun ada Covid-19," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved