Dapatkah Vitamin D Menolong Pasien Covid-19? Ini Jawaban Sains

Apakah Vitamin D mampu menolong para pasien yang positif Virus Corona atau COVID-19? Padahal selama ini vitamin D lebih dikenal dalam kaitannya dengan

greenapple78 / Fotolia via sciencedaily.com
Ilustrasi vitamin D 

TRIBUNJOGJA.COM - Apakah Vitamin D mampu menolong para pasien yang positif Virus Corona atau COVID-19? Padahal selama ini vitamin D lebih dikenal dalam kaitannya dengan tulang.

Namun penelitian telah menunjukkan bahwa Vitamin D dapat memengaruhi berbagai komponen sistem kekebalan tubuh dan responsnya terhadap infeksi.

Ini dapat membantu memodulasi limfosit dan bahan kimia penghasil peradangan seperti sitokin yang merupakan komponen penting dari respons imun Anda terhadap virus yang menyerang.

Jika dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh, maka vitamin D bisa jadi relevan untuk melawan COVID-19.

Sebagaimana dilansir Forbes, COVID-19 adalah virus corona yang baru dengan kode SARS-CoV2. Karena sistem kekebalan tubuh belum mengenalnya, maka ada banyak reaksi yang ditimbulkannya.

Ada yang menunjukan gejala ringan, menengah hingga efeknya parah lantaran sistem kekebalan tubuh tidak bereaksi sama sekali.

Namun yang lainnya ada yang memberikan reaksi berlebihan.

Dalam beberapa kasus Covid-19, "badai sitokin" yang dihasilkan dapat menyebabkan kerusakan luas pada berbagai organ dan menyebabkan kematian.

Karena itu, cara apa pun yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda, maka akan ada manfaatnya ketika ada serangan virus.

Untuk memahaminya, pada tahun 2017, British Medical Journal (BMJ) menerbitkan tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak terkontrol plasebo yang mengevaluasi bagaimana suplementasi vitamin D dapat memengaruhi risiko infeksi saluran pernapasan akut.

Halaman
1234
Penulis: Mona Kriesdinar
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved