Breaking News:

Tata Cara serta Bacaan Doa saat Itikaf pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

Arti dari itikaf ialah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata- mata niat beribadah kepada Allah.

ist
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - I’tikaf sunnah dilakukan setiap waktu, tetapi yang paling utama (afdhal) jika dilakukan di bulan Ramadhan.

Arti dari i’tikaf ialah berhenti (diam) di dalam masjid dengan syarat-syarat tertentu, semata- mata niat beribadah kepada Allah.

 

Lalu, bagaimanakah tata cara itikaf?

I’tikaf pada bulan Ramadhan bisa dikatakan sebagai ruang perawatan khusus untuk menghilangkan kanker dosa dari dalam hati.

I’tikaf merupakan lingkungan khusus yang jauh dari noda dan kotoran dunia.

Konon Rasulullah selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Tata Cara Itikaf dan Keutamaan di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan
Tata Cara Itikaf dan Keutamaan di Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan (Yeni ?afak)

Kemudian pada tahun di mana beliau meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.

Ketika beliau tidak bisa i’tikaf, beliau kemudian menggantinya dengan i’tikaf sepuluh hari pertama di bulan Syawal.

Tindakan Rasulullah itu merupakan bukti pentingnya ibadah i’tikaf.

Kesungguhan Rasulullah untuk mengerjakan ibadah yang satu ini juga bisa menjadi motivasi untukmu melakukan hal yang sama.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved