Breaking News:

Bisnis

Aplikasi Cared+, Inovasi Monitoring Kolektif Kondisi Masyarakat Guna Menekan Covid-19

Aplikasi yang dinamai Cared+ ini akan membantu perangkat kewilayahan seperti desa, kecamatan, kelurahan maupun RT dalam melakukan monitoring warganya

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Tampilan aplikasi Cared+ yang dapat dimanfaatkan untuk memonitoring secara kolektif kondisi masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gamatechno perusaahan teknologi asal kota pelajar mengembangkan sebuah aplikasi dalam melakukan pengecekan mandiri dan monitoring kolektif terhadap Covid-19.

Aplikasi yang dinamai Cared+ ini akan membantu perangkat kewilayahan seperti desa, kecamatan, kelurahan maupun RT dalam melakukan monitoring warganya terkait kondisi gejala Covid-19 melalui hasil self screening.

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, penting adanya partisipasi aktif dari seluruh masyarakat untuk melakukan deteksi dini berkala terhadap kondisi masing-masing. Lewat aplikasi Cared+ ini kami menawarkan kemudahan untuk melakukan monitoring warga," jelas Muhammad Aditya, CEO Gamatechno dalam rilis yang diterima Sabtu (16/5/2020).

Pengoperasian aplikasi ini terbilang cukup mudah. Bagi koordinator maupun perangkat desa cukup mendaftar melalui laman caredplus.id, isi data dan buat kode klaster yang akan mengelompokkan warga dalam klaster tertentu. Misal kluster warga RT01, kelurahan atau bahkan kelompok yang lebih besar lagi.

Ketua IDI DIY: Memakai Masker Akan Jadi Budaya Hingga Tahun-Tahun ke Depan

Kode klaster ini nantinya akan digunakan seluruh anggota warga melalui aplikasi Cared+ yang mereka instal di perangkat masing-masing.

Dengan begitu, seluruh warga dapat dengan mudah dimonitor oleh perangkat desa. Sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat terkait kondisi warga.

Koordinator maupun perangkat desa dapat melakukan pemantauan warganya melalui akses dashboard dengan melakukan login melalui caredplus.id.

Pengecekan Kondisi Kesehatan Secara Mandiri dari Aplikasi

Pengecekan mandiri (self screening) bertujuan untuk menekan resiko penularan Covid-19 ketika seseorang harus datang langsung ke fasilitas kesehatan (faskes) di tengah pandemi Covid-19. Selain keterbatasan tenaga medis, faskes merupakan tempat yang justru berpotensi terhadap penyebaran virus.

Pengguna dapat melakukan self screening melalui kuesioner yang disediakan.

Aplikasi akan menunjukan indikasi gejala (ringan, sedang, berat) sesuai dengan kondisi pengguna saat itu dan rekomendasi tindakan yang harus dilakukan.

Metode self screening yang digunakan aplikasi ini tentunya sesuai dengan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Update Covid-19 di DIY 16 Mei 2020: 6 Sembuh, 6 Kasus Positif Baru

Selain self screening, terdapat pula fitur self assessment yang akan menunjukan tingkat resiko terpapar dari pola aktivitas para pengguna.

Pengguna juga dapat melihat sebaran status kondisi kesehatan masyarakat pada radius tertentu melalui peta persebaran yang tersedia.

Partisipasi aktif setiap warga dan inisiatif perangkat desa untuk menyosialisasikan kepada warga merupakan kunci sukses terhadap keberhasilan usaha pencegahan penyebaran Covid-19.

"Aplikasi Cared+ ini juga memungkinkan adanya pemantauan pembatasan sosial secara mandiri dalam klaster masyarakat. Hal ini akan sangat membantu pemerintah dalam upaya meredam peningkatan kasus Covid-19 terutama dalam penerapan kebijakan pembatasan sosial," imbuh Aditya.

Aplikasi Cared+ dikembangkan atas dasar kepentingan sosial. Bisa digunakan secara gratis oleh semua pihak dan lapisan masyarakat.

Harapannya, ke depan aplikasi ini banyak membawa manfaat dan membantu pemerintah dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.

Tidak hanya dalam lingkup masyarakat, Cared+ juga dapat dimanfaatkan untuk klaster yang lebih spesifik seperti perusahaan, institusi maupun komunitas tertentu untuk mendapatkan manfaat aplikasi ini.

"Kita siap membantu seluruh pemerintah daerah untuk menerapkan penggunaan Cared+ di wilayahnya, harapannya mulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk bisa menggunakan aplikasi ini," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved