Breaking News:

Bisnis

Aplikasi Cared+, Inovasi Monitoring Kolektif Kondisi Masyarakat Guna Menekan Covid-19

Aplikasi yang dinamai Cared+ ini akan membantu perangkat kewilayahan seperti desa, kecamatan, kelurahan maupun RT dalam melakukan monitoring warganya

Istimewa
Tampilan aplikasi Cared+ yang dapat dimanfaatkan untuk memonitoring secara kolektif kondisi masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19 

Aplikasi akan menunjukan indikasi gejala (ringan, sedang, berat) sesuai dengan kondisi pengguna saat itu dan rekomendasi tindakan yang harus dilakukan.

Metode self screening yang digunakan aplikasi ini tentunya sesuai dengan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Update Covid-19 di DIY 16 Mei 2020: 6 Sembuh, 6 Kasus Positif Baru

Selain self screening, terdapat pula fitur self assessment yang akan menunjukan tingkat resiko terpapar dari pola aktivitas para pengguna.

Pengguna juga dapat melihat sebaran status kondisi kesehatan masyarakat pada radius tertentu melalui peta persebaran yang tersedia.

Partisipasi aktif setiap warga dan inisiatif perangkat desa untuk menyosialisasikan kepada warga merupakan kunci sukses terhadap keberhasilan usaha pencegahan penyebaran Covid-19.

"Aplikasi Cared+ ini juga memungkinkan adanya pemantauan pembatasan sosial secara mandiri dalam klaster masyarakat. Hal ini akan sangat membantu pemerintah dalam upaya meredam peningkatan kasus Covid-19 terutama dalam penerapan kebijakan pembatasan sosial," imbuh Aditya.

Aplikasi Cared+ dikembangkan atas dasar kepentingan sosial. Bisa digunakan secara gratis oleh semua pihak dan lapisan masyarakat.

Harapannya, ke depan aplikasi ini banyak membawa manfaat dan membantu pemerintah dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.

Tidak hanya dalam lingkup masyarakat, Cared+ juga dapat dimanfaatkan untuk klaster yang lebih spesifik seperti perusahaan, institusi maupun komunitas tertentu untuk mendapatkan manfaat aplikasi ini.

"Kita siap membantu seluruh pemerintah daerah untuk menerapkan penggunaan Cared+ di wilayahnya, harapannya mulai dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk bisa menggunakan aplikasi ini," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved