Bantul

Ribuan Penerima Bansos Tunai dari Kemensos di Bantul Dianggap Salah Sasaran

Tingkat salah sasaran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat lewat Kementerian Sosial (Kemensos) RI di wilayah Kabupaten Ban

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Tingkat salah sasaran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat lewat Kementerian Sosial (Kemensos) RI di wilayah Kabupaten Bantul mencapai 20-30 persen.

Hasil tersebut, didapat setelah pemerintah desa melakukan verifikasi.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bantul, Ani Widayani mengatakan, di desanya, di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, terdapat 512 penerima manfaat BST yang disalurkan lewat kantor pos, maupun langsung ke rekening warga.

Dari jumlah tersebut, terdapat 108 penerima yang salah sasaran dikirimkan melalui kantor pos.

Sementara warga salah sasaran yang menerimanya lewat rekening ada 63.

Sehingga, di desanya, total 171 penerima manfaat yang tidak tepat, atau mencapai 30 persen lebih.

Pemkab Bantul Mulai Distribusikan BLT dari Alokasi Dana Desa

"Setelah diverifikasi ada 171 yang tidak layak. Diantaranya sudah meninggal, pensiunan atau bahkan masih PNS aktif, menerima bantuan lain dari pemerintah, hingga pindah kependudukan," katanya, Jumat (15/5/2020).

Ani yang juga menjabat sebagai Lurah Desa Sumbermulyo menandaskan, jika setiap desa di Bantul yang berjumlah 75 terdapat 100 penerima manfaat yang salah sasaran, maka jumlahnya mencapai 7.500.

Jumlah itu, jika dikali Rp 600 ribu selama 3 bulan, akan muncul angka fantastis.

"Ya, ada dana sekitar Rp 13,5 miliar yang disalurkan oleh Kemensos, tapi salah sasaran. Anggaran segitu tentu tidak bisa dibilang kecil, kalau dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 ini ya," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved