Bantul

DPRD Bantul Kembalikan Raperda Pasar Rakyat dan Swalayan

DPRD Kabupaten Bantul mengembalikan naskah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Perdagangan m

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul mengembalikan naskah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Perdagangan mengenai perubahan Perda nomor 21 tahun 2018 tentang penyelenggaraan pasar rakyat, swalayan dan pusat perbelanjaan.

Wakil Ketua Pansus Perubahan Perda tentang pasar rakyat, swalayan dan pusat perbelanjaan, Wildan Nafis mengatakan, Raperda dikembalikan dengan sejumlah pertimbangan. Pertama, karena pada saat pembahasan mengenai Perda nomor 21 tahun 2018 tersebut, ada perubahan isi didalamnya lebih dari 50 persen.

Apabila ada perubahan isi lebih dari 50 persen maka menurut dia, lebih baik menjadi perda baru.

"Agar sekalian lebih fokus maka itu akan dibuat dua perda. Supaya lebih implementatif," ucap dia, saat ditemui di gedung DPRD Bantul, Jumat (15/5/2020).

Data Penerima Bansos Covid-19 Perlu Diperbarui

Pertimbangan kedua, mengapa naskah Raperda tentang pasar rakyat, swalayan dan pusat perbelanjaan itu dikembalikan, kata Wildan, karena pihaknya mencoba mengkaitkan antara pasar tradisional dengan Pariwisata.

Dimana pasar rakyat diera modern bukan melulu sebagai pusat jual - beli, melainkan sebagai tempat hiburan dan rekreasi, seperti pasar seni Sukawati yang ada di Gianyar, Bali.

Ia kemudian mencontohkan, di Kabupaten Bantul sebenarnya sudah memiliki pasar rakyat yang sangat baik bahkan satu-satunya pasar di DIY yang bersertifikat SNI yakni pasar Imogiri.

Menurut dia, disana perlu ditata agar bisa lebih baik.

Misalnya diberi taman untuk istirahat pengunjung dan tempat bermain.

"Jadi arahnya pasar tradisional dan wisata. Kita akan mengadopsi pasar Sukawati yang ada di Bali. Jadi Pariwisata akan kita libatkan disitu," ujar dia.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved