Breaking News:

Kota Yogyakarta

Pembayar Pajak Melalui Daring di Samsat Kota Yogyakarta Meningkat Hingga 10 Kali Lipat

arti Peni Mahanani mengatakan pada kondisi sebelum Covid-19 merebak, WP yang melalukan pembayaran pajak di Samsat Kota Yogyakarta mencapai 1.000 orang

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Maruti A. Husna
Wajib pajak sedang mengantre untuk pembayaran pajak di Samsat Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Selama wabah Covid-19, wajib pajak (WP) yang melakukan pembayaran pajak di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Yogyakarta secara langsung mengalami penurunan. Namun, hal sebaliknya berlaku pada jumlah WP yang membayar melalui daring.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kota Yogyakarta, Karti Peni Mahanani mengatakan pada kondisi sebelum Covid-19 merebak, WP yang melalukan pembayaran pajak di Samsat Kota Yogyakarta mencapai 1.000 orang per hari.

Namun, selama Covid-19 hanya sekitar 800 orang. Jumlah itu jauh lebih sedikit lagi pada akhir bulan.

“Yang membayar melalui sistem Samsat Online Nasional (Samolnas) mengalami peningkatan. Sebelum Covid-19 paling pol se-DIY hanya 5 orang sehari, kini menjadi 35-40 orang. Benar-benar meningkat banyak karena orang lebih nyaman. Untuk pembayar dari Kota Yogyakarta mencapai 6-10 orang sehari, dari yang biasanya hampir nggak ada sama sekali atau hanya satu orang,” urai Peni.

Realisasi Pendapatan Pajak Samsat Kota Yogyakarta Turun 30 Persen Karena Covid-19

Peni menjelaskan, WP yang ingin melakukan pembayaran melalui Samolnas dapat membayar melalui rekening semua bank. Baik bank milik pemerintah maupun bank swasta.

“Caranya dengan mengunduh aplikasi Samolnas. Lalu melakukan pendaftaran akun, isi data pada form yang muncul, terakhir akan dapat kode bayar. Kode bayar itu dimasukkan di mesin ATM. Hanya bisa membayar di mesin ATM, tidak bisa M-banking. Simpan struknya sebagai bukti bayar,” tutur Peni.

Selanjutnya, kata dia, WP dapat menyerahkan bukti bayar itu ke Samsat Kota Yogyakarta untuk mengambil STNK yang sudah disahkan dan surat ketetapan pajak daerah (SKPD).

“Jika tidak diambil langsung stiker STNK dan SKPD bisa kami kirimkan ke alamat tertera di STNK, namun butuh waktu beberapa hari,” ungkap Peni.

Peni menerangkan, jika kendaraan belum dilakukan balik nama alias masih atas nama pemilik lama, maka pemilik baru perlu melakukan pelaporan kepada Samsat Kota Yogyakarta. Sebab, stiker STNK dan SKPD akan dikirimkan ke alamat pemilik lama (sesuai yang tertera di STNK).

“Dari WP setelah bayar (di ATM) langsung ke Samsat untuk minta pengesahan STNK dan SKPD dan sekaligus bilang ke petugas untuk stiker dan SKPD tidak dikirim. Tapi kendaraan kemudian diblokir karena saat minta pengesahan STNK syaratnya harus menunjukkan KTP asli sesuai STNK, kalau ternyata tidak ada KTP asli karena kendaraan belum dibalik nama, kendaraan diblokir dan tahun depan harus balik nama,” papar Peni.

Bus Samsat Keliling Kota Yogyakarta Dioperasikan Kembali di Sebelah Samsat Induk Kota Yogyakarta

Selain itu, ungkap Peni, pemerintah Provinsi DIY juga memiliki fasilitas pembayaran melalui elestronik perkakas, paos, titian (E-posti). WP yang melakukan pembayaran pajak melalui E-posti harus memiliki rekening BPD DIY.

“E-posti penggunanya harus punya rekening BPD. NIK harus sama antara yang ada di Samsat dan yang ada di bank, dengan kata lain harus atas nama pemilik kendaraan. Tidak bisa punya istrinya, suaminya, atau anaknya,” ujar Peni.

Pembayaran melalui E-posti dilakukan langsung di ATM BPD tertentu yang dilengkapi anjungan mesin E-posti. Di antaranya ATM BPD Samsat Kota Yogyakarta, ATM BPD Cabang Utama, ATM BPD Cabang Kota Yogyakarta Gondomanan, ATM BPD Balai Kota Yogyakarta, dan ATM BPD Pemerintah Daerah Kepatihan.

 “Ada menu bayar pajak di ATM. Hanya 5 tempat yang bisa kalau di Kota. Yang ada mesin E-posti. Setelah melakukan pembayaran di ATM, langsung cetak SKPD dan STNK di mesin E-posti untuk divalidasi,” beber Peni. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved