Sleman

Tracing Penularan Corona, Pemkab Sleman Siapkan Kuota 1.500 RDT untuk Pengunjung Supermarket

Untuk memudahkan tracing maka Pemkab Sleman telah membuka pendaftaran rapid diagnose test (RDT) secara massal sejak Minggu (10/5/2020) yang ditujukan

corona.slemankab.go.id
Cara Pendaftaran Rapid Tes Massal Pemkab Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus mendalami dan melacak (tracing) penularan yang terjadi pada supermarket di Kecamatan Mlati, Sleman.

Untuk memudahkan tracing maka Pemkab Sleman telah membuka pendaftaran rapid diagnose test (RDT) secara massal sejak Minggu (10/5/2020) yang ditujukan untuk pengunjung supermarket tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi menjelaskan pendaftaran dilakukan secara online melalui website rdt.slemankab.go.id atau corona.slemankab.go.id mulai Minggu (10/5/2020) pukul 06.00.

Pendaftaran akan ditutup jika kuota 1500 sudah terpenuhi dan dibatasi hingga senin 11 Mei 2020.

3 Karyawan Supermarket yang Merupakan Warga Bantul Positif Covid-19

Ia menjelaskan bahwa jumlah uji cepat RDT di setiap kabupaten/kota memang terbatas, dan Pemkab Sleman sendiri menyiapkan sebanyak 1.500.

Dengan pertimbangan masa inkubasi Covid-19, maka mereka yang dapat mengikuti RDT massal adalah pengunjung pada periode 19 April-4 Mei 2020.

"Pemkab Sleman hanya memiliki kuota sebanyak 1.500 sedangkan pengunjung atau transaksi yang tercatat pada periode 19 April - 4 mei mencapai 15.000. Dengan demikian hanya 10 persen dari total pengunjung yang dapat mengikuti RDT di Sleman. Untuk itu Pemkab Sleman perlu melakukan penyaringan (screening) dengan menetapkan beberapa syarat," ujar perempuan yang akrab disapa Evi ini.

Salah satu syaratnya adalah pengunjung yang ber-KTP Sleman. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan petugas melakukan tracing sesuai domisili.

Ia menjelaskan bahwa di sisi lain, Pemda DIY juga telah mendorong kota dan kabupaten lainnya untuk melakukan RDT yang sama.

Syarat lainnya adalah satu struk hanya berlaku untuk satu orang. Langkah ini ditempuh mengingat terbatasnya kuota dan sebagai upaya memberikan kesempatan kepada pengunjung yang lain.

Halaman
12
Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved