Gunungkidul

Polres Gunungkidul Klarifikasi Penyebaran Video Penangkapan Terduga Pencuri di Gedangsari

Polres Gunungkidul mengklarifikasi tentang beredarnya video penangkapan terduga pencuri di masyarakat. Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut d

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Dok. Humas Polres Gunungkidul/Istimewa
S (baju merah), saat berada di Kantor Desa Jurangjero, Ngawen, Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Polres Gunungkidul mengklarifikasi tentang beredarnya video penangkapan terduga pencuri di masyarakat. Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut diambil di Desa Tegalrejo, Gedangsari.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Enny Widhiastuti mengatakan video tersebut terbagi atas 3 segmen.

"Pertama berisi adegan seseorang diamankan warga, dua lainnya berisi adegan seseorang sedang diinterogasi dalam ruangan," jelas Enny melalui keterangannya pada Kamis (07/05/2020).

Setelah dilakukan penelusuran, pria berinisial S (47) tersebut dicurigai warga lantaran berkeliaran di Desa Tegalrejo.

Warga pun kemudian mengejar dan mengamankan S ke balai desa untuk diinterogasi.

Masih Bertambah, Pendatang ke Wilayah Gunungkidul Capai 12 Ribu Lebih

Saat diperiksa, S hanya membawa tas berisi pakaian beserta kertas berisi nomor telepon.

Setelah dihubungi, ia pun kemudian dijemput oleh anggota Polsek Ngawen bersama pejabat dari Desa Jurangjero.

"Menurut Pemerintah Desa (Pemdes) Jurangjero, S adalah warga dengan gangguan kejiwaan. Ia hanya dicurigai warga lantaran berkeliaran," ujar Enny.

Atas peristiwa tersebut, Enny pun mengingatkan masyarakat agar tidak main hakim sendiri saat mencurigai atau menangkap pelaku kejahatan.

Sebaliknya mereka diwajibkan langsung melapor ke pihak berwajib.

Masyarakat Harus Bijak dalam Menggunakan Media Sosial terkait Informasi Virus Corona

Menurutnya, S saat ini sudah diserahkan ke Pemdes Jurangjero.

Tidak ada tindakan hukum yang diambil mengingat yang bersangkutan tidak melakukan tindakan pencurian.

"Kami imbau warga bijak dalam menggunakan media sosial, termasuk ketika menyebarkan video ke masyarakat. Lakukan saring sebelum sharing," kata Enny.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved