Internasional

Pemalsuan Informasi Serangan Kimia di Douma Suriah

Situs media investigasi politik The Grayzone membongkar skandal pemalsuan informasi oleh OPCW terkait insiden Douma, Suriah.

ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Situs media investigasi politik The Grayzone membongkar skandal pemalsuan informasi oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terkait insiden Douma, Suriah.

Lembaga multinasional yang dibentuk sesuai Konvensi Pelarangan Senjata Kimia itu membuat pernyataan palsu, bertentangan fakta yang diperoleh investigator di lapangan.

Insiden Douma terjadi 7 April 2018. Dikabarkan terjadi serangan rudal dan bom di permukiman sipil Douma, Suriah.

Informasi yang kuat dinarasikan pihak AS dan media barat, serangan dilakukan militer Suriah, menggunakan bom kimia.

Saksi mata dan paramedis di Douma menyebut korban tewas mencapai 40-50 orang. Klaim disebarluaskan media kelompok antipemerintah Suriah.

Douma saat itu diketahui jadi basis pertahanan kelompok pemberontak Suriah. Kelompok militan itu memperoleh dukungan politik dan logistik dari Turki dan AS serta sekutu barat dan Arab.

Peristiwa itu langsung direspon keras pemerintah AS, Inggris, dan Prancis. Pemerintah Suriah dan Rusia merilis video dari lapangan yang menunjukkan kejadian itu direkayasa.

Pada 14 April 2018, AS, Prancis, dan Inggris melancarkan serangan militer ke sasaran-sasaran militer dan pemerintah Suriah.

Operasi itu diklaim untuk menghukum pemerintah Damaskus yang menggunakan senjata kimia pada rakyatnya.

Menyusul peristiwa ini, OPCW mengirimkan tim inspeksi untuk meneliti kebenaran di lapangan. Laporan awal yang bocor, mengonfirmasi laporan Suriah dan Rusia.

Halaman
1234
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved