Bantul

Berkah Ramadan, Perajin Mete di Bantul Banjir Orderan

Salah satu perajin kacang mete di Termalang, Dusun Karangrejek, Kelurahan Karangtengah, Imogiri, Bantul, Kastiyem mengatakan, semenjak memasuki bulan

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Proses memecahkan biji mete dari kulitnya 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Merebaknya pandemi Corona Virus Disease atau (Covid-19) tak menyurutkan sektor usaha pengolahan biji mete.

Nyatanya, perajin kacang mete di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul kebanjiran order sejak dua pekan terakhir seiring datangnya bulan Ramadan.

Permintaan dimasyarakat, dimungkinkan akan terus mengalami peningkatan ketika mendekati hari raya.

Salah satu perajin kacang mete di Termalang, Dusun Karangrejek, Kelurahan Karangtengah, Imogiri, Bantul, Kastiyem mengatakan, semenjak memasuki bulan Ramadan, permintaan kacang mete olahannya mengalami peningkatan cukup drastis.

Kalau hari-hari biasa, kadang permintaan datang cuma satu atau dua kilogram. Itupun tidak setiap hari.

Wow...Kacang Mete Tembus Rp 100 Ribu per Kilogram

"Tetapi setelah bulan puasa, sehari kadang bisa 4 sampai 5 kilogram," kata Kastiyem, sembari tangannya terampil melepaskan biji mete dari kulitnya, Selasa (5/5/2020).

Mengolah biji mete agar siap dinikmati memang membutuhkan proses panjang.

Dimulai dari mengambil biji mete dari buahnya yang biasa disebut jambu monyet.

Biji yang baru diambil tersebut--agar bisa diolah--harus melalui proses pengeringan berbulan-bulan.

Sebab itu, Kastiyem biasanya mengumpulkan banyak persediaan biji mete enam bulan sebelumnya, ketika berencana mengolah saat Ramadan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved