Breaking News:

Ramadhan 2020

Warga Sleman Lakukan Salat Tarawih bersama Keluarga dan Tetangga

Di tengah pendemi Covid-19, sebagian masjid untuk meniadakan kegiatan Ramadan.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri
Sri Widodo (30) setelah selesai memimpin Salat Tarawih bersama keluarga dan tetangganya di rumahnya Samirono Senin (04/05/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya imbauan dari Kementerian Agama terkait kegiatan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah pendemi Covid-19 menjadikan sebagian masjid untuk meniadakan kegiatan Ramadan dengan melakukannya di rumah masing-masing.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat Sri Widodo untuk melakukan Salat Tarawih di rumah bersama dengan keluarga dan tetangganya.

Sri Widodo menceritakan pengalaman pertamanya menjadi seorang imam dalam memimpin Salat Tarawih di rumahnya.

Niat, Tata Cara Salat Tarawih, Witir Serta Jumlah Rakaat Selama Ibadah Ramadhan di Rumah Saja

"Pengalamannya, awalnya sangat tegang tetapi lama kelamaan alhamdulilah lebih santai," katanya saat ditemui TRIBUNJOGJA.COM di rumahnya di daerah Samirono, Sleman, Yogyakarta Senin (04/05/2020).

Ia mengatakan untuk pelaksanaan Salat Tarawih dilakukan setelah Salat Isya dan diakhiri dengan Salat Witir dikarenakan jamaah yang mengikuti Salat Tarawih yaitu ibu - ibu lansia.

Oleh karena itu, jika dilakukan lebih malam sangat memberatkan.

"Untuk pelaksanaanya pun sama dengan biasanya setelah Salat Isya, doanya dan rekaatnya juga sama yang terdiri dari 8 rekaat Salat Tarawih dilanjutkan 3 rakaat Salat Witir," terangnya.

Pengalaman menjadi imam pun juga didapatkan oleh Widodo yaitu pernah lupa dalam membaca doa dan lupa jumlah rakaat salat.

"Kalau lupa bacaan doa sama rekaat tentunya wajar ya, soalnya biasanya hanya jadi makmum di masjid dan menjadi imam di keluarga namun sekarang ini memimpin salat bagi orang lain," ucap pria berusia 30 tahun ini.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 4 Mei 2020, Nihil Tambahan Kasus Positif, 1 Pasien Sembuh

Walaupun Salat Tarawih tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, namun ia mengatakan tetap rutin menjalankan Salat di tengah wabah Covid-19.

"Tetap rutin salat walaupun adanya Corona yang membedakan hanya tempatnya saja biasanya salat di masjid namun sekarang di rumah," imbuhnya.

Sementara, kondisi lain dialami oleh Parinah (56).

Ia mengatakan saat melakukan salat lebih senang dilakukan di masjid.

"Sekarang ini, karena dengan kondisi yang berbeda di tengah wabah Covid-19 tentunya tetap menjalankan salat di rumah namun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya saya lebih senang salat di masjid karena banyak jamaahnya dibandingkan melakukan salat di rumah," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved