Internasional
Tokoh Iran Tegaskan Isu Nuklir Akan Mati Selamanya, Peringatkan AS Agar Tak Bertindak Sepihak
Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) akan "mati selamanya" jika embargo senjata PBB terhadap Teheran tidak dicabut.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) akan "mati selamanya" jika embargo senjata PBB terhadap Teheran tidak dicabut.
Pernyataan ini disampaikan Ali Shamkhani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, lewat cuitan di akun Twitternya dan dikutip Sputniknews.com, Minggu (3/5/2020).
"#JCPOA akan mati selamanya dengan menghindari Resolusi 2231 dan melanjutkan sanksi # senjata ilegal Iran," tweet Shamkhani, merujuk dokumen Dewan Keamanan PBB 2015 yang mengesahkan JCPOA.
Secara mengejutkan, Gedung Putih menyatakan masih terikat JCPOA, yang secara sepihak telah dinyatakan tidak berlaku oleh Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.
• Menlu AS Mike Pompeo Minta Negara di Dunia Blokir Jalur Maskapai Iran Mahan Air
Keputusan AS meninggalkan JCPOA itu dilakukan mendadak, sepihak, dan tidak mendengar pendapat para penandatangan kesepakatan, yaitu Inggris, Prancis, Jerman, China dan Rusia.
Pernyataan bahwa AS masih mengikuti JCPOA disampaikan Menlu Mike Trump.
Diduga kuat pernyataan ini strategi AS untuk menyeret PBB agar menjatuhkan sanksi embargo senjata konvensional ke Iran.
Embargo ini bisa sangat menyulitkan Iran, karena praktis akan mengisolasi negara itu dari pemenuhan kebutuhan militer konvensionalnya.
Tekanan AS dan sekutunya semakin kuat setelah Iran sukses mengorbitkan satelitnya secara mandiri.
Peluncuran roket pembawa satelit berlangsung mulus.
Washington dan Pentagon mengungkapkan kekhawatirannya, peluncuran satelit itu hanya kedok eksperimen Iran menguji roket untuk melengkapi rudal balistik antarbenua.
Pemerintah Trump juga sedang menyiapkan sanksi tambahan di tengah pandemic Covid-19 ke Iran lewat aksi-aksi unilateralnya.
“Virus Sanksi adalah alat AS untuk bertahan hidup karena hegemoninya menurun. Apa yang akan dilakukan oleh #EU: Menghemat martabat dan mendukung multilateralisme atau menerima penghinaan dan membantu unilateralisme, "tambah Shamkhani.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 3 Mei 2020, Ada Tambahan 1 Positif dan 1 Sembuh
Kamis (30/4/2020), Menlu Mike Pompeo menegaskan, AS memiliki kekuatan untuk memperpanjang larangan penjualan senjata konvensional ke Iran di bawah Resolusi 2231.
Beberapa hari sebelumnya, Pompeo juga merujuk pada Resolusi 2231 setelah Iran sukses meluncurkan satelit militernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tokoh-iran-tegaskan-isu-nuklir-akan-mati-selamanya-peringatkan-as-agar-tak-bertindak-sepihak.jpg)