Yogyakarta

Dinas Kominfo DIY Dukung Pertumbuhan Start Up di Yogyakarta Melalui Program 'Start Up Academy'

Diskominfo DIY rencananya akan membuat program pembelajaran dan pelatihan bisnis digital bernama 'Academy Start Up'.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Rony Primanto Hari 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Guna mengembangkan start up di Yogyakarta, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY rencananya akan membuat program pembelajaran dan pelatihan bisnis digital bernama 'Academy Start Up'.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Rony Primanto Hari mengatakan, pengembangan bisnis digital di Yogyakarta dirasa akan berpeluang besar untuk mendorong perekonomian masyarakat.

"Pertumbuhan bisnis start up di Yogyakarta cukup pesat, hal ini didukung dengan lingkungan dan sumber daya  manusia yang memadai. Sebagai kota pelajar Yogyakarta memiliki sekitar 136 unit perguruan tinggi, tentu akan banyak ide-ide baru dan fresh dari para generasi muda," jelas Rony kepada TRIBUNJOGJA.COM pada Kamis (30/4/2020).

Dinas Kominfo DIY Maksimalkan Sosialisasi Covid-19 ke Masyarakat

Nantinya, 'Star Up Academy' dibuka untuk umum. Tak ada batasan usia dan pendidikan untuk mengikuti program ini.

Asalkan dapat memberikan ide original (bukan meniru) yang bermanfaat untuk masyarakat.

Namun, akan ada tahapan seleksi yang dilakukan oleh Dinas Kominfo DIY untuk menyaring ide-ide yang layak untuk dikembangkan dan dibutuhkan masyarakat.

Untuk mengikuti pembelajaran dan pelatihan 'Start Up Academy', Dinas Kominfo DIY tidak memungut biaya sedkitpun alias gratis.

"Nanti, kami juga akan mengundang para pemilik bisnis start up seperti bukalapak untuk memberikan pelatihan dalam program ini. Tak hanya itu, kami juga ikut sertakan para influencer untuk berbagi pengalaman di dunia digital," tutur Rony.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY, Penambahan 1 Kasus Positif dan 3 Pasien Dinyatakan Sembuh

Rencananya program 'Start Up Academy' akan dilakukan pada Mei 2020.

"Rencananya Mei 2020, kami menjalankan program ini. Namun, masih memantau perkembangam dari wabah Corona. Kalau belum stabil terpaksa 'Start Up Academy' ditunda dulu," paparnya.

Rony pun menambahkan, perkembangan era digital yang begitu pesat harus kita manfaatkan untuk hal yang positif dan bisa menghasilkan keuntungan finansial juga.

"Dengan adanya kemudahan ini, marilah kita bersama-sama untuk bijak dalam menggunakan teknologi digital. Sehingga, hal yang positif pula yang kita dapatkan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved