Breaking News:

Shalat Bisa Membakar Kalori, Tingkatkan Metabolisme Tubuh dan Redakan Nyeri, Berikut Penjelasannya

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti asal Kuwait membuktikan bahwa gerakan shalat dapat membakar kalori.

Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Komunitas Rindu Islam (KORI) melaksanakan salat idul adha pada Selasa (21/8/2018) di halaman parkir lapangan Mndala Krida, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM – Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti asal Kuwait membuktikan bahwa gerakan shalat dapat membakar kalori.

Studi tersebut dilakukan oleh Dr Jasem Ramadhan, peneliti dari Kuwait University dalam jurnal berjudul “Bioenergetics of Islamic Prayers”.

Studi tersebut menghitung jumlah oksigen yang masuk ke dalam tubuh serta banyaknya kalori yang terbakar saat shalat.

Mengutip Healthline, Selasa (28/4/2020), shalat wajib bagi umat muslim dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari.

Setiap rakaat terbagi menjadi empat gerakan yaitu berdiri, membungkuk, bersujud, dan duduk. Setiap rakaat berlangsung antara tiga hingga enam menit lamanya.

Di Tengah Pandemi Covid-19, G Media Berkomitmen Berikan Layanan Maksimal

Dr Ramadan menganalisis banyaknya energi yang dikeluarkan dari shalat dua rakaat dan empat rakaat terhadap 32 pria dan wanita.

Hasilnya, ia menemukan bahwa shalat meningkatkan fungsi metabolisme tubuh. Untuk seseorang dengan berat badan 80 kg, energi yang dikeluarkan untuk shalat dalam sehari adalah 80 kalori.

SAMBUT RAMADAN. Umat muslim melaksanakan salat Isya sebelum solat tarawih di Masjid Gede Kauman, Kota Yogyakarta, Minggu (5/5/2019).
SAMBUT RAMADAN. Umat muslim melaksanakan salat Isya sebelum solat tarawih di Masjid Gede Kauman, Kota Yogyakarta, Minggu (5/5/2019). (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

“ Shalat telah dilakukan ribuan tahun lamanya, dan tidak ada yang mengira bahwa ini merupakan latihan fisik juga,” tutur Dr Ramadan.

Gerakan shalat mengharuskan umat muslim untuk berdiri, membungkuk, sujud, duduk, kemudian kembali dalam posisi berdiri. Bayangkan jika rutinitas tersebut dilakukan setiap hari dalam waktu puluhan tahun.

Fenomena Cacing Muncul ke Permukaan Tanah Terjadi di Bali, Awalnya Dikira Ulat Emas

“Gerakan yoga yang asli juga seperti ini. Melenturkan tubuh ke arah atas, membungkuk, bersujud, berdiri lagi, begitu seterusnya,” tambah ia.

Sebuah studi lain dilakukan oleh para peneliti di Binghamton University, New York. Studi tersebu membuktikan bahwa gerakan shalat bisa meredakan nyeri punggung.

Studi yang dilakukan pada 2017 tersebut membuktikan bahwa gerakan fisik dalam ritual shalat bisa mengurangi sakit punggung bagian bawah, apabila dilakukan secara rutin dan benar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berapa Kalori yang Terbakar saat Shalat? Studi Ungkapkan"

Editor: Joko Widiyarso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved