Bantul

Data Penerima BLT-DD Tidak Tepat Sasaran, Lurah Desa di Bantul Resah

Sejumlah Lurah Desa di Kabupaten Bantul resah. Pasalnya, data calon penerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) yang bersumber dari edaran

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah Lurah Desa di Kabupaten Bantul resah. Pasalnya, data calon penerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) yang bersumber dari edaran Kementerian Sosial ke desa-desa untuk bantuan warga miskin terdampak Covid dinilai tidak tepat sasaran.

Banyak data yang tidak sesuai dengan kondisi real di lapangan.

Lurah Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul, Marhadi Badrun menyampaikan, data calon penerima bantuan langsung tunai dana desa di desa Seloharjo saat ini mengalami banyak masalah.

Menurut dia, data calon penerima bantuan yang sumbernya dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu campur aduk.

Ia mencontohkan, dalam data tersebut, ada anak berusia 7 tahun tercatat menerima bantuan.

Kemudian mahasiswa juga masuk dalam daftar bantuan.

Padahal banyak warga yang seharusnya lebih membutuhkan.

"Datanya, tidak tepat sama sekali," ucap Badrun, dihubungi Rabu (29/4/2020).

Data BLT Dana Desa di Bantul Rancu, Banyak Penerima Tak Tepat Sasaran

Badrun mengatakan, desa Seloharjo telah menerima edaran data calon penerima bantuan dari Kemensos sebanyak 6.000 Kepala Keluarga (KK).

Ia mengaku tidak tahu-menahu data calon penerima itu sensusnya kapan dan darimana.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved