Breaking News:

Ramadan 2020

Salat Tarawih di Tengah Pandemi dalam Pandangan Ilmu Fiqih

Hal itu, boleh saja terjadi, mengingat ilmu Fiqih, merupakan pemahaman berdasarkan interpretasi para faqih, atau ulama-ulama, terhadap syariah dan sun

Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Ari Nugroho
https://www.freepik.com/
Ilustrasi - Ramadhan 1441 H 

“Sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam shalat di masjid, lalu banyak orang shalat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah sudah berkumpul, tapi Rasulullah SAW, justru tidak berada di masjid. Pagi harinya beliau bersabda; ‘sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid, karena aku takut bila shalat ini diwajibkan pada kalian.’ Aisyah berkata, hal itu terjadi pada bulan ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Terkait ramadhan kali ini di tengah pandemi korona, Agus pun berpesan, agar umat muslim tetap mengutamakan melaksanakan ibadah dengan tujuan ketakwaan kepada Allah SWT, serta tetap mengikuti anjuran maupun aturan yang ditetapkan.

“Hadist Nabi yang artinya, tidak memudharatkan dan tidak pula dimudharatkan. Kalau anjurannya untuk beribadah di rumah, dengan pertimbangan jika di beramai-ramai (di tengah pandemi) di masjid, justru akan mungkin menimbulkan mudharat, itu lebih bijak. Inshaa Allah tergantung niat dan ketakwaan kepada Allah,” pungkas Agus Moh Najib. (air/ tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved