Juni Mendatang, Irak dan AS Akan Rundingkan Penarikan Pasukan Amerika dari Irak

Pertemuan penting itu akan merundingkan urutan waktu penarikan pasukan AS secara total dari Irak

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
almasdarnews.com
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT – Juru bicara Komandan Jenderal Angkatan Bersenjata Irak, Mayjen Abdul Karim Khalaf mengonfirmasi, Irak dan AS tengah bersiap merundingkan penarikan pasukan AS dari negara itu.

Perundingan akan digelar Juni 2020. Pernyataan Karim Khalaf disampaikan Minggu (26/4/2020), dikutip jaringan berita Al Masdar New Network dari Beirut, Lebanon.

Pertemuan penting itu akan merundingkan urutan waktu penarikan pasukan AS secara total dari negara yang telah mereka duduki sejak Saddam Hussein terusir dari kursi Presiden.

Menurut Khalaf yang dikutip juga surat kabar Irak, Al Sabah, keputusan untuk merundingkan penarikan itu sesuai keputusan parlemen Irak.

Rencana strategis itu juga menimbang perkembangan politik di Irak dan sekitarnya. Namun begitu, skema baru akan disusun untuk mempertahankan kerjasama AS-Irak.

Terutama menyangkut kerjasama pelatihan militer. “Pemeirntah Irak menerima pesan dari Amerika, termasuk diskusi bersifat positif terkait hubungan strategis kedua negara,” kata Khalaf.

Jenderal bintang dua itu menekankan, inisiatif itu sangat positif, sekaligus sinyal baik pihak AS yang berusaha menampilkan diri secara baik.

Khalaf menegaskan, diskusi nanti akan membahas situasi di Irak secara menyeluruh, tidak hanya menyangkut urusan politik dan militer.

Tetapi juga menyangkut rencana kerjasama bidang budaya, ekonomi. “Irak menginginkan hubungan yang normal dan bersahabat dengan AS,” katanya.

Aksi Inggris

Perkembangan lain, militer Inggris mengakui untuk pertama kali tahun ini menerbangkan jet tempurnya guna menggempur target ISIS di Irak.

Aksi terakhir Inggris di Irak berlangsung September 2019. Inggris merupakan sekutu utama AS, bagian NATO yang melibatkan diri dalam operasi militer di Irak.

Kabar aksi jet tempur Inggris ini diwartakan stasiun televise Al Sumeria, mengutip pernyataan diplomat Inggris.

“Pasukan Udara Kerajaan Inggris menerbangkan dua jet tempur Typhoon, sukses melaksanakan serangan udara pada 10 April, target ISIS di area Tuz Khurmato,” kata pejabat tersebut dikutip Al Masdar News.

Sejumlah anggota ISIS di objek yang diserang, dilaporkan tewas di bangunan yang agak terpencil, dan jadi lokasi persembunyian mereka.

Serangan udara itu melibatkan penggunaan rudal pintar presisi. Pesawat intai lebih dulu terbang untuk mengobservasi sasaran serangan.(Tribunjogja.com/xna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved