Update Corona di DI Yogyakarta
Kasus Covid-19 di Bantul Belum Bisa Disebut Transmisi Lokal
Sampai saat ini penularan kasus virus Corona di Bumi Projotamansari belum bisa disebut transmisi lokal, namun masih sebatas penularan terbatas.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santoso memastikan, sampai saat ini penularan kasus virus Corona di Bumi Projotamansari belum bisa disebut transmisi lokal.
Menurutnya, kasus penularan yang terjadi saat ini masih sebatas penularan terbatas.
"Jadi kalau dibilang (apakah) Bantul sudah ada transmisi lokal. Saya katakan, belum ada," kata dr Sri Wahyu, dihubungi Sabtu (25/4/2020)
Diketahui, sebelumnya ada dua orang tanpa gejala (OTG) yang belakangan terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bantul.
Keduanya merupakan perempuan, berusia 38 tahun dan 12 tahun, dan saat ini menjalani perawatan di RS Lapangan di Bambanglipuro.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 25 April 2020, Positif Tambah 2 dan 2 PDP Meninggal
Mereka terindikasi tertular dari pasien positif sebelumnya.
Meski sudah ada kasus penularan, Sri Wahyu, kembali menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan penularan terbatas.
Belum bisa dikatakan transmisi lokal.
Kasus yang terjadi di Bantul itu menurut dia sama halnya dengan seorang perawat yang sedang bertugas merawat pasien positif, kemudian tertular.
Maka kasusnya disebut penularan terbatas.
"Karena perawat itu tertular di daerah situ. Baru sebatas generasi kedua. Belum bisa disebut transmisi lokal," jelas dia.
• Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona
Pria yang biasa disapa dokter Oki itu menjelaskan, transmisi lokal bisa saja terjadi apabila seorang pasien positif impor menularkan Virus ke pasien generasi kedua.
Lalu generasi kedua itu membawa virus lebih meluas, menularkan kemana-mana, menjadi banyak, sampai menularkan di luar wilayah tersebut.
"Nah, itu baru memang ada kondisi-kondisi khusus yang bisa disebut sebagai transmisi lokal," ujar Oki. Menurut dia, kondisi khusus tersebut juga perlu dianalisa secara mendalam, sampai bisa disimpulkan telah terjadi transmisi lokal.
Data Jumat tanggal 24 April 2020, di Kabupaten Bantul sudah ada 17 pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan 11 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.
Sebanyak 2 orang meninggal dunia dan 4 orang masih dalam perawatan di Rumah Sakit.
• Begini Suasana Pasar Sore Ramadan Bantul Saat Pandemi Covid-19
Tambah 3 Pasien OTG
Oki mengatakan, hari ini, Sabtu (25/4/2020) sore, ada penambahan tiga pasien positif baru.
Semuanya berstatus OTG (orang tanpa gejala).
Ketiga pasien tersebut, kata dia, merupakan sebaran dari wilayah Sleman dan saat ini sedang perjalanan menuju RS Lapangan Covid-19 di Bambanglipuro untuk dilakukan perawatan.
Oki mengaku belum mengetahui secara pasti detail riwayat penularan ketiga pasien tersebut.
"Hari ini ada tambahan tiga orang OTG. Jadi total OTG yang dirawat di RS Lapangan, ada lima orang," ucap dia. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/link-informasi-dan-hotline-penanganan-virus-corona-wilayah-jakarta-yogyakarta-jawa-daerah-lain.jpg)