Breaking News:

Ramadhan 2020

Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19 dalam Pandangan Syariah

Berpuasa di Bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat muslim dan sebagai bukti takwa kepada Allah.

Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Gaya Lufityanti
ist
Ilustrasi 

Dalam menanggapi hal itu, pakar di bidang Syariah dan Fiqih, Dr H Agus Moh Najib, S Ag, M Ag, menyebutkan, antara ibadah dan wabah dilihat dari konteksnya masing-masing.

Puasa di Bulan Ramadan, ditegaskan Agus Moh Najib, adalah syariat.

Artinya ketentuan itu langsung dari Allah dan Rasulullah SAW, di dalam Al-quran dan As-sunnah.

Sementara untuk yang lain, dapat dilihat dari tinjauan ilmu Fiqih.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

Dari hukum-hukum berdasarkan pandangan para Faqih, para ulama.

Ia menggaris bawahi bahwa Fiqih merupakan interpretasi ulama tentang syariah yang tidak jarang dipandang berbeda.

“Bulan Ramadan dengan keutamaan-keutamaannya, bulan yang mulia. Secara Syar’i, kan tentu wajib. Sementara pandemi ini, keadaan tertentu. Kalau dihubungkan, pengaruhnya tentu tidak banyak, kalau ditilik dari hukum syariah, paling keadaannya saja. Bagi kita umat muslim yang baligh, sehat dan berakal, tetap menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menegaskan lagi tentang keutamaan-keutamaan bulan ramadan.

Tidak hanya puasa wajib, melainkan ada ibadah-ibadah lain, seperti salat tarawih.

Pada saat beberapa masjid kemudian memutuskan untuk menutup sementara, termasuk unntuk salat tarawih, Agus Moh Najib menyatakan tidak akan mempengaruhi keutamaan serta kualitas ibadah itu sendiri.

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Serahkan Bantuan APD untuk Pejuang Garda Depan Covid-19

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved