Lifestyle

Dancing In The Dark : Antara Budaya dan Pandemi

Kyre begitu akrab disapa, perupa muda yang lama berproses di Yogyakarta akhirnya sukses mengembalikan spirit berkaryanya dengan melahirkan lukisan ber

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Yudha Kristiawan
Kyre saat memberi sentuhan sentuhan tambahan pada lukisannya berjudul Dancing In The Dark, 2 x 1,5 meter acrylic on canvas 2020 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memunculkan semangat untuk tetap berkarya dalam situasi pandemi saat ini dirasakan tak mudah oleh Oky Rey Montha.

Kyre begitu akrab disapa, perupa muda yang lama berproses di Yogyakarta akhirnya sukses mengembalikan spirit berkaryanya dengan melahirkan lukisan berjudul Dancing In The Dark, 2 x 1,5 m acrylic on canvas.

Lukisan Dancing In The Dark adalah buah dari perenungan lama jati diri Kyre berkolaborasi dengan keadaan pandemi saat ini yang memaksa orang untuk lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

Jati diri yang dimaksud Kyre adalah asal muasal nenek moyangnya yang berasal dari suku Karo, Sumatera Utara.

Detik-detik Pencurian Lukisan Vincent Van Gogh di Museum Laren Singer Belanda, Pelaku Pakai Palu

Meski dilahirkan di Yogyakarta, Kyre dibesarkan di lingkungan keluarga yang ada budayanya kental dengan suku Karo.

Identitas nenek moyang Kyre ia hadirkan dalam lukisan yang menampilkan sosok seorang yang tengah menari.

Sosok ini mengenakan aksesori yang bisa dipakai suku Karo ketika melakukan sebuah upacara adat.

Sementara itu, gestur tubuh saat menari yang ditampilkan sosok dalam lukisan Dancing In The Dark karya Kyre ini merupakan bagian gerakan tarian khas suku Karo saat upacara melepaskan jenazah.

Identitas budaya nenek moyang inilah yang ditampilkan Kyre dalam Dancing In The Dark.

"Satu sisi lukisan ini memang sudah lama aku pengin buat. Aku pengin melukis tentang asal usul budaya di mana aku dulu dibesarkan, yakni budaya Karo yang semakin membuat aku rindu di saat seperti ini. Akhirnya kesampaian pas momen pandemi seperti sekarang ini, dan aku respon dengan situasi dan kondisi saat ini," ungkap Kyre saat ditemui di studio lukis miliknya belum lama ini.

7 Wisata Bernuansa Budaya di Jogja Dekat Dengan Kampus UGM dan UNY

Di bagian lain lukisan ini, Kyre menggambarkan situasi dan kondisi saat ini yang membuat aktivitas di luar harus dikurangi lantaran wabah virus Corona.

Wujud virus Corona pun sengaja ditampilkan Kyre dalam Dancing In The Dark.

Selain itu, yang mencuri perhatian dalam lukisan ini adalah sosok yang sedang menari ini selain menggunakan masker wajah juga menggunakan sepatu Nike Air Jordan, sepatu yang belakangan menjadi salah satu simbol budaya popular kekinian.

Soal ide ini, Kyre menuturkan, selama pandemi dan banyak melakukan aktivitas di dalam rumah saja, Kyre sempat mengalami kebuntuan ide.

Maklum, ia biasa mondar mandir ke luar rumah untuk berinteraksi dan mencari inspirasi.

Alhasil, ia harus banyak membunuh waktu di rumah. Melukis menjadi salah satu caranya.

Hanya saja ia merasa sulit memunculkan ide segar ke dalam kanvasnya.

Ia pun mulai rajin melihat aktivitas teman temannya di media sosial.

Ia menemukan beberapa fenomena yang awalnya ia anggap menarik.

Namun, kemudian ia anggap sebuah ironi.

Bagi Kyre, banyak yang membunuh waktu dengan bermedia sosial.

Salah satunya aktif melalui aplikasi tik tok.

Banyak yang mengekspresikan kegundahannya selama di rumah saja dengan menari.

Ini menjadi seperti menari di atas penderitaan, tapi mau bagaimana lagi itu yang bisa dilakukan saat ini untuk menghibur diri.

"Ini mirip budaya Karo yang pernah aku lakukan, aku harus menari ketika melepas jenazah ayah ku. Jadi kita diminta seperti ikhlas melepaskan dengan tetap bergembira. Aku sendiri sempat bertanya, di satu sisi aku diminta melepaskan meski dalam hati seperti bertanya pada Tuhan, berekspresi melalui gerakan tarian itu mengapa ini terjadi, tapi lagi lagi diminta untuk ikhlas melepaskan. Inilah yang aku hadirkan dalam Dancing In The Dark," ungkap Kyre.

Sementara itu, bagian lukisan yang menampilkan virus Corona, masker wajah dan sepatu Nike Air Jordan dalam Dancing In The Dark adalah upaya Kyre memyimbolkan bahwa pandemi Corona terjadi di zaman ini.

Cerita selengkapnya tentang Oky Rey Montha dan karyanya dapat disimak di Harian Tribun Jogja Edisi Minggu (26/4/2020).

(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved