Profil Adamas Belva Devara CEO Ruang Guru yang Kini Mengundurkan Diri dari Stafsus Presiden
Belva adalah pendiri start up sekaligus Direktur Utama (CEO), bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia, Ruang Guru.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Adamas Belva Syah Devara CEO Ruang Guru menjadi Staf Khusus Presiden Jokowi bersama tokoh milenial lain.
Namun di tengah polemik Kartu Prakerja, Adamas Belva Devara tiba-tiba mengundurkan diri dari jabatan sebagai Staf Khusus Presiden.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat penunjukan Adamas Belva Devara menjelaskan Presiden Jokowi menginginkan anak-anak muda menjadi stafnya.
Jokowi tidak ingin memaksakan kaum milenial yang belum berpengalaman di bidang birokrasi menjadi menteri.
Sebagai alternatif mereka ditempatkan menjadi staf khusus.
Belva Devara lahir di Jakarta, 30 Mei 1990, usianya kini 29 tahun adalah seorang pengusaha, tokoh muda, dan aktivis sosial.
Belva adalah pendiri start up sekaligus Direktur Utama (CEO), bidang pendidikan dan teknologi terbesar di Indonesia, Ruang Guru.
Pada 2017, mengutip dari Tribun Makassar Belva masuk dalam 30 pengusaha muda paling berpengaruh di Asia oleh Forbes Magazine.
Lulus SMA, dirinya melanjutkan kuliah di beberapa universitas terbaik dunia.
Belva kuliah di Nanyang Technological University, Singapura.
Ia mengambil double degree di pascasarjana dua universitas terkenal dunia, Harvard University, Amerika Serikat, dan Stanford University, Amerika Serikat.
Selain itu Belva juga kuliah di Institut Teknologi Massachusetts (MIT).
Di Harvard University ia mengambil jurusan Master of Public Administration (Kebijakan Publik), sedangkan di Stanford University, ia mengambil jurusan Master of Business Administration (Bisnis Manajemen).
Selama kuliah, Belva mendapatkan banyak prestasi akademis dan berhasil masuk pada Double Dean's List sebagai salah satu dari 5% mahasiswa dengan prestasi tertinggi, dalam program studi Ilmu komputer maupun bisnis.
Pada tahun 2009, ia terpilih oleh universitas untuk ikut serta dalam program pertukaran pelajar ke University of Manchester, Manchester, Inggris.
Puncaknya pada tahun 2011, Belva berhasil meraih tiga medali emas prestisius dari Nanyang Technological University, Lee Kuan Yew Gold Medal, (penghargaan tertinggi bagi mahasiswa di universitas), Infocomm Development Authority of Singapore Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Ilmu komputer), dan Accenture Gold Medal (penghargaan bagi peraih nilai akademis tertinggi di program studi Bisnis).
Belva juga aktif mendapat di penelitian dan berkontribusi di lembaga pengelola dana pendidikan.
Mengundurkan diri
Adamas Belva Devara mengundurkan diri dari jabatan Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial hari ini.
"Pengunduran diri tersebut telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020," tulis Belva di akun Instagram miliknya, Selasa (21/4/2020).
Belva mengundurkan diri berkaitan dengan terpilihnya Ruang Guru, perusahaan yang didirikan dan dipimpinnya, sebagai mitra program Kartu Prakerja.
Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.
Sebab, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.
"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," kata dia.
"Yang dapat mengakibatkan terpecahnya konsentrasi Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan dalam menghadapi masalah pandemi Covid-19," ucap Belva.
Belva pun berterima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang telah memahami dan menerima pengunduran dirinya.
Walau singkat, Belva merasa banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat dari pekerjaan sebagai Stafsus Presiden.
"Saya merasakan betul bagaimana semangat Bapak Presiden Jokowi dalam membangun bangsa dengan efektif, efisien, dan transparan," kata dia.
"Sehingga di manapun saya berada, di posisi apa pun saya bekerja, saya berkomitmen mendukung Presiden dan Pemerintah untuk memajukan NKRI," ucap Belva.
Dalam tulisan itu, Belva juga menjelaskan, ia tidak dapat merespons pertanyaan-pertanyaan media dalam beberapa hari terakhir karena ingin fokus dalam menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.
Kompas.com masih berusaha menghubungi Belva untuk meminta keterangan lebih lanjut.
Jawaban istana
Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menyatakan keterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja sudah sesuai aturan.
Hal itu disampaikan Pramono menanggapi mundurnya Adamas Belva Devara dari jabatan Staf Khusus Presiden.
"Terkait dengan keikutsertaan Ruangguru dalam Kartu Prakerja, seperti sudah dijelaskan oleh Menko Perekonomian bahwa proses verifikasi mitra prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Dan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam hal ini," kata Pramono melalui keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).
Pramono mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri Belva. Presiden pun memahami alasan mundurnya Belva dari jabatan Staf Khusus Presiden.
Namun, Pramono mengatakan, sedianya Presiden menginginkan anak muda seperti Belva bergabung ke dalam pemerintahan untuk berkontribusi dengan berbagai inovasi dan kreativitas mereka.
"Presiden Joko Widodo menerima pengunduran diri Sdr. Adamas Belva Syah Devara dan memahami alasan pengunduran dirinya itu," ujar Pramono.
"Dari awal Bapak Presiden menginginkan anak muda yang berpotensi seperti Belva untuk bergabung dalam pemerintahan sehingga bisa berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif, kreatif sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak muda terkait tata kelola pemerintahan," lanjut dia.
• Adamas Belva Devara, CEO Ruang Guru Mengundurkan Diri dari Staf Khusus Presiden
Adamas Belva Delvara mengundurkan diri dari posisi Staf Khusus Presiden Joko Widodo.
Pengunduran dirinya itu ia sampaikan melalui surat kepada Presiden Jokowi.
Mengutip keterangan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja (PMO), Belva menegaskan tidak ada keterlibatan yang memunculkan konflik kepentingan dalam terpilihnya Ruang Guru.
Sebab, proses verifikasi semua mitra Kartu Prakerja sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku dan pemilihan mitra pun dilakukan langsung oleh peserta pemegang Kartu Prakerja.
"Namun, saya mengambil keputusan yang berat ini karena saya tidak ingin membuat polemik mengenai asumsi atau persepsi publik yang bervariasi tentang posisi saya sebagai Staf Khusus Presiden menjadi berkepanjangan," kata dia.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/belva-devara-pendiri-ruang-guru-menjadi-staff-khusus-presiden-joko-widodo.jpg)