Breaking News:

Kacamata Pintar Ini Bisa Deteksi Awal Virus Corona dari Jarak 3 Meter

Startup kecerdasan buatan (AI) asal China, Rokid, menciptakan kacamata dengan sensor inframerah yang dilaporkan dapat mendeteksi suhu tubuh, yang menj

Editor: Joko Widiyarso
Phone Arena
Kacamata Pintar Rokid dapat mendeteksi temperatur seseorang dari jarak jauh 

TRIBUNJOGJA.COM - Startup kecerdasan buatan (AI) asal China, Rokid, menciptakan kacamata dengan sensor inframerah yang dilaporkan dapat mendeteksi suhu tubuh, yang menjadi salah satu indikasi seseorang terinfeksi virus corona (COVID-19).

Seperti dilaporkan Phone Arena, kacamata pintar ini dapat mendeteksi suhu hingga 200 orang dari jarak sekitar 3 meter. Kacamata tersebut dapat dikontrol dengan perintah suara, dan juga dapat mengambil foto dan merekam video.

Untuk mengecek suhu tubuh, kacamata Rokid ini menggunakan sensor infra merah. Kacamata pintar ini menggunakan kamera 12 megapixel yang ditenagai prosesor Qualcomm.

Rokid sendiri adalah startup asal China yang didirikan oleh Eric Wong dan Mingming Zhu pada tahun 2014.

Foto-foto Striker Tottenham Son Heung-min di Kamp Wajib Militer Korea Selatan

Anggota Dewan Pakar IDI Beberkan Analisis Terbaru soal Virus Corona

Pada tahun 2018, Rokid mendapatkan pendanaan Seri B untuk mengembangkan bisnisnya.

Awalnya, Rokid fokus mengembangkan teknologi AI dan AR untuk industri manufaktur dan gaming. Namun seiring wabah Covid-19, Rokid mengembangkan kacamata pintar ini.

Menurut juru bicara Rokid, penggunaan kacamata pintar untuk mengecek suhu tubuh lebih baik dibanding pendekatan saat ini.

"Saat menggunakan thermal gun, Anda harus menyasar kening orang dari jarak dekat. Artinya, Anda harus berdiri dekat dan tidak mempraktekkan social distancing yang aman," ungkap Liang Guan (Direktor Rokid untuk AS).

Kisah Anak Cari Jenazah Ayahnya di Antara 170 Tumpukan Mayat Korban Covid-19 di Ekuador

PSS Sleman Kumpulkan Lebih dari Rp 88 Juta pada Program Lelang Untuk Amal

Sementara dengan kacamata pintar ini, proses pemeriksaan suhu tubuh bisa dari jarak jauh (2,7 meter) dan bisa memindai 200 orang sekaligus.

Rokid berencana untuk menawarkan perangkat tersebut ke perusahaan-perusahaan di AS, rumah sakit, serta petugas keamanan.

Namun tentu saja, mengetahui suhu tubuh hanya bagian kecil dari pencegahan wabah Covid-19.

Seperti kita ketahui, seseorang yang terinfeksi virus Corona tidak langsung mengalami gejala infeksi, seperti demam atau batuk. Karena itu, fungsi kacamata pintar ini lebih sebagai pencegahan awal penularan virus Corona.

Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved