Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

DPRD Kota Yogya Minta Retribusi Pasar Dinolkan Saja

Saat ini pedagang pasar juga kesulitan membayar retribusi, sebab pembeli yang datang ke pasar tradisional semakin sedikit.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Oleg Yohan mengatakan keringanan retribusi kepada pedagang pasar tradisional memang seharusnya dilakukan. 

Menurut dia, saat ini pedagang pasar juga kesulitan membayar retribusi, sebab pembeli yang datang ke pasar tradisional semakin sedikit.

Dengan adanya wabah COVID-19 ini, kata dia sebaiknya retribusi pasar tradisional dinolkan.

Disperindag Kota Yogyakarta Beri Potongan Retribusi Pasar 25-75 Persen pada Pedagang

"Ya memang sudah selakyaknya seperti itu, karena sebenarnya tanpa dikasih retribusipun pedagang tidak mampu. Kalau bisa malah dinolkan," katanya kepada Tribunjogja.com, Senin (20/04/2020).

Retribusi bisa berjalan, lanjut dia, apabila ada fasilitas yang tersedia.

Fasilitas yang dimaksud adalah pembeli yang datang ke pasar tradisional.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat tidak bisa datang ke pasar tradisional.

Kondisi saat ini pun sangat dilematis.

Jika dipandang dari segi ekonomi, maka pasar didorong harus ramai pembeli, sehingga roda perekonomian masyarakat tetap berputar.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

Namun di sisi lain hal itu bertentangan dengan aturan pemerintah untuk di rumah saja.

"Artinya dalam kondisi ini kita harus arif dalam menyikapi. Kondisi saat ini tidak dihadapi oleh kita saja (Kota Yogyakarta), tetapi juga tingkat nasional, bahkan dunia," ujarnya.

Dengan kondisi seperti ini, ia mendorong pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar berbelanja secara daring.

Menurut dia, saat ini sudah ada berbagai kemudahan-kemudahan, mulai dari Whatsapp, Gojek, dan market place yang lain.

"Kita belanja itu kan tidak melulu dari pasar. Saat ini kan sudah ada kemudahan-kemudahan. Ya sekarang saatnya kita edukasi masyrakat untuk menggunakan teknologi. Kalau seperti itu kan kita tetap bisa menerapkan physical distancing," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved