Nasional

Miliki Jiwa Komunal, HICON Yakin Indonesia Mampu Bertahan dari COVID-19

Strategi komunal yang cocok dengan masyarakat Indonesia justru berlawanan dengan anjuran social distancing dari pemerintah.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Diskusi online "Zona Ngopi: Ngolah Pikir" oleh HICON Law & Policy Strategies 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM - Pengamat sosial dari HICON Law & Policy Strategies, Puguh Windrawan meyakini masyarakat Indonesia mampu bertahan di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini.

Melalui diskusi online "Zona Ngopi: Ngolah Pikir" bersama anggota HICON dan masyarakat, Puguh menyebut jiwa komunal masyarakat menjadi alasannya.

"Jiwa komunal masyarakat Indonesia menjadi modal untuk bertahan dari pandemi COVID-19," kata Puguh melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, Minggu (19/04/2020).

Rayakan Dies Natalis ke-56, UNY Bagikan Ratusan Paket Sembako bagi Warga Kurang Mampu di Gunungkidul

Puguh membandingkan situasi saat ini dengan pandemi Flu Spanyol yang terjadi di era 1900.

Masyarakat Roseto di Vogia, Italia turut terdampak pandemi mematikan tersebut.

Namun mereka mampu bertahan dan selamat karena mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong-royong.

Ironisnya, menurut Puguh, strategi komunal yang cocok dengan masyarakat Indonesia justru berlawanan dengan anjuran social distancing dari pemerintah.

Kepala Departemen Politik HICON ini pun menyinggung Program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang menurutnya kebijakan setengah hati.

Solidaritas Pangan Jogja Bagikan Nasi Bungkus Gratis di Tengah Wabah Virus Corona

"PSBB tak memiliki panglima yang jelas, informasi saling bertabrakan, dan implementasi program tanpa protokol baku," papar Puguh.

Senada dengan Puguh, Direktur HICON Hifdzil Alim menyebut kebijakan PSBB membuat masyarakat terpecah jadi 5 sikap; teredukasi dan menjalankan pola penanganan pandemi, apatis, keyakinan personal, tak punya pilihan, dan ragu pada pemerintah.

Ia pun berharap pemerintah pusat mengambil sikap yang jelas, pasti dan terukur.

Terutama sikap untuk memberikan kepastian hukum, informasi, dan implementasi dari kebijakan PSBB tersebut.

"Jangan lupa masyarakat Indonesia yang komunal terbiasa hidup dalam sistem pemerintahan baku, karena itu pemerintah harus turun langsung agar masyarakat yakin dan mampu bertahan dari pandemi," papar Hifdzil.(TRIBUNJOGJA.COM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved