Breaking News:

Dua Mahasiswi UAD Yogyakarta Rancang Alat Monitoring Longsor

Dua mahasiswa UAD, Endah Ariyanti dan Kartikasari Nur Solichah, merancang alat monitoring pergeseran tanah.

dok.istimewa
Dua mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Endah Ariyanti dan Kartikasari Nur Solichah merancang alat monitoring pergeseran tanah. 

Bukan jenis tanah ataupun tempatnya, tetapi yang membedakan hanya jenis longsornya saja.

Sehingga, di mana pun alat ini bisa dipasang dan digunakan.

"Nggak ada kriterianya, itu cuma percobaan aja kalau alatnya kemarin dicoba di jenis tanah itu dengan beberapa jenis longsoran yang berbeda ternyata bisa digunakan," jelasnya.

Dari penelitian tersebut hasilnya, berdasarkan uji SNI, hasil yang didapat untuk karakteristik besi hollow yaitu besi dapat menahan beban dibawah tekanan 2700 kg.

Sedangkan berdasarakan uji pada kawat wire rope kawat yang berdiameter 2 mm lebih tinggi nilai kuat tariknya dibandingkan dengan diameter 3 mm.

"Sensor ekstensometer dapat dipasang di lapangan atau secara rill dengan jenis tanah regosol dengan jenis longsoran rotasi diperoleh pergeseran 7 cm dan nilai potensiometernya 0,96 KΩ dan jenis tanah latosol dengan longsoran translasi diperoleh pergeseran 6,5 cm dan nilai potensiometernya 0,97 KΩ," kata dia. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved