Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Pakar Transportasi Sebut Bantuan Subsidi BBM bagi Ojek Online Dapat Menuai Kontroversi

Pakar transportasi menyebut, profesi Ojol bukanlah satu-satunya jasa transportasi yang mengalami penurunan pendapatan di tengah Pandemi Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
IST
Ilustrasi Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan Pemerintah dalam memberi subsidi kepada driver Ojek Online (Ojol) menuai kontroversi. 

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, sejak 14 April hingga Juli yang akan datang, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Pertamina, telah memberikan cash back sebesar 50 persen kepada 10.000 driver Ojol.

Pemberian uang kembali tersebut maskimal hingga Rp 15 ribu, untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi.

Kebijakan itu pun menuai kontroversi.

Pertamina Berikan Keringanan Biaya BBM bagi Pengemudi Ojek Online

Pakar Transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan, langkah pemerintah tersebut justru meresahkan sebagian masyarakat.

Menurutnya, pemberian subsidi kepada driver ojol sangatlah berlebihan.

Karena ia menganggap, perusahaan transportasi di Indonesia bukan hanya Ojol saja. 

Ia menyebut, data Direktorat Angkutan Jalan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mencatat, ada 3.650 Perusahaan Bus dan Angkutan di Indonesia.

"Jumlah sebanyak itu bagaimana? Kenapa hanya Ojol saja yang mendapat bantuan, seharusnya kalau mau adil, penyedia jasa angkutan lain juga harus diberikan keringanan juga dong," katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (15/4/2020).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved