Breaking News:

Arab Saudi Larang Salat Tarawih Berjamaah di Masjid Selama Wabah Corona

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan baru selama masih ada pandemi covid-19 atau virus corona yaitu melarang warganya salat tarawih di mas

Editor: Joko Widiyarso
AFP
Para jamaah Muslim mengelilingi Ka'bah suci di Masjidil Haram Mekah, situs paling suci Islam, pada 3 April 2020. Arab Saudi pada 2 April memperpanjang pembatasan jam malam di dua kota tersuci Islam menjadi 24 jam untuk membendung penyebaran virus corona karena jumlah kematian akibat virus itu terjadi. penyakit naik menjadi 21. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuat kebijakan baru selama masih ada pandemi covid-19 atau virus corona yaitu melarang warganya salat tarawih berjamaah di masjid.

Dengan demikian dipastikan masjid-masjid di Arab Saudi yang biasanya padat saat Ramadan tahun ini dipastikan akan sepi.

Warga Arab Saudi diperintahkan untuk salat tarawih di rumah saja.

UPDATE Data Virus Corona Rabu 15 April, Jakarta Terbanyak, DI Yogyakarta Urutan ke-10, Jatim Nomor 3

Perintah untuk melaksanakan salat tarawih di rumah ini disampaikan oleh Menteri Urusan Keislaman Kerajaan Arab Saudi, Dr. Abdul Latif Al-Sheikh.

Seperti dikutip dari surat kabar Al Riyadh, Minggu (12/3), Al-Sheikh mengatakan bahwa tarawih saat Ramadan hanya akan dilakukan di rumah selama larangan salat berjemaah di masjid, termasuk salat fardu lima waktu, masih berlaku.

Pemandangan area kabah pada Jumat (6/3/2020) dini hari menjelang shubuh.
Pemandangan area kabah pada Jumat (6/3/2020) dini hari menjelang shubuh. (Twitter @HaramainInfo)

"Penangguhan salat berjemaah lima waktu di masjid lebih penting dari pada penangguhan salat tarawih. Kami memohon kepada Allah untuk menerima ibadah tarawih kita, baik dilakukan di masjid, atau di rumah, karena itu yang terbaik bagi kesehatan masyarakat," kata Al-Sheikh.

Apakah Vitamin C Dapat Melindungi Kita dari Virus Corona? Ini Penjelasannya

"Kami memohon kepada Allah yang Maha Esa untuk menerima doa kita semua dan melindungi manusia dari wabah yang menimpa dunia ini," lanjut dia lagi.

Selain mengumumkan soal tarawih, Al-Sheikh juga membuat aturan mengenai pelaksanaan salat jenazah.

Jemaah salat jenazah hanya boleh 5-6 orang dari keluarga mayat dan hanya dilakukan di pemakaman.

Anggota keluarga lainnya bisa salat gaib di rumah.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved