Update Corona di DI Yogyakarta

Dampak Virus Corona, Omzet Wahana Express Masih Stabil

Jasa pengiriman Wahana Express masih mendapatkan omzet yang stabil walaupun saat kondisi pandemi Virus Corona.

Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kondisi paket-paket yang akan dikirim melalui Jasa pengiriman Wahana Express 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jasa pengiriman Wahana Express masih mendapatkan omzet yang stabil walaupun saat kondisi pandemi Virus Corona.

Ternyata dampak Virus Corona tidak begitu pengaruh bagi pemilik jasa pengiriman barang.

Sales Koordinator Wahana Express, Kukuh Subekti mengatakan, omzet masih stabil kalaupun ada penurunan hanya sebesar 10 persen saja.

"Penurunan memang terjadi tetapi tidak signifikan. Sehingga untuk omzet masih kategori stabil, penurunan hanya berkisar 10-15 persen saja," terangnya.

Lacak Resi Kiriman JNE, Pos Indonesia, TIKI, Wahana, Si Cepat Hingga Ninja

Pengiriman barang antar pulau pun semakin banyak.

Diantaranya pengiriman obat-obatan, alat pelindung diri, masker kain dan empon-empon pun meningkat saat Virus Corona.

Ia akui pola permintaan saat adanya pandemi Virus Corona berubah dibandimgkan dengan tahun lalu.

"Tahun lalu, ketika memasuki bulan Ramadhan paket pengiriman kebanyakan itu pakaian lebaran," terangnya.

Adanya perubahan minat konsumen seiring dengan adanya pandemi membuat para jasa pengirim pun tidak sepi pelanggan.

"Sebenarnya ketika ada Virus Corona tidak membuat usaha kami sepi. Setiap hari pasti ada paket yang datang. Ada yang dari pulau Jawa maupun luar pulau Jawa.

Kabar Terbaru dr Tirta, Keluar RS Nyanyikan Lagu Karangan Sendiri & Siap Kembali Lawan Virus Corona

Namun, saat pandemi Virus Corona ada kendala yang harus dihadapi untuk pengiriman barang ke konsumen.

"Kendalanya terjadi untuk ketepatan waktu sampainya barang ke konsumen. Karena tidak jarang daerah-daerah memberlakukan lock down.  Seharusnya bisa mengirim 100 paket per hari kini hanya 70 paket saja," tuturnya.

Selain itu, di tengah pandemi Virus Corona sulit untuk mengirim barang ke negara lain.

Karena ada beberapa negara penjagaan cukup ketat sehingga banyak barang yang ditolak masuk.

"Untuk pengiriman barang ke luar negeri memang menurun. Kemarin dari Singapura barang juga ditolak. Sekarang  pelayanan lebih di fokuskan pada pengiriman dalam negeri," pungkasnya (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved