UPDATE TERAKHIR Jumlah Pasien Virus Corona DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jateng, Yogyakarta
pasien Virus Corona di seluruh provinsi di Indonesia tercatat mencapai angka 2,491 hingga, Selasa (7/4/2020) pukul 06.27 WIB
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, Yogyakarta – Pasien Virus Corona di seluruh provinsi di Indonesia tercatat mencapai angka 2,491 hingga, Selasa (7/4/2020) pukul 06.27 WIB.
Jumlah itu mengalami kenaikan sebanyak 218 kasus dari hari sebelumnya.
Berikut data Pembaruan Terakhir 6 April 2020, 15:40 WIB di Indonesia
Positif
2,491
Sembuh
192
Meninggal
209
Kasus per Provinsi
1. DKI Jakarta
Terkonfirmasi: 1,232
Sembuh: 65
Meninggal: 99
2. Jawa Barat
Terkonfirmasi: 263
Sembuh: 13
Meninggal: 29
3. Jawa Timur
Terkonfirmasi: 189
Sembuh: 38
Meninggal: 14
4. Banten
Terkonfirmasi: 187
Sembuh: 7
Meninggal: 17
5. Jawa Tengah
Terkonfirmasi: 132
Sembuh: 14
Meninggal: 22

6. Sulawesi Selatan
Terkonfirmasi: 113
Sembuh: 19
Meninggal: 6
7. Bali
Terkonfirmasi: 43
Sembuh: 18
Meninggal: 2
8. Daerah Istimewa Yogyakarta
Terkonfirmasi: 40
Sembuh: 1
Meninggal: 3
9. Kalimantan Timur
Terkonfirmasi: 31
Sembuh: 1
Meninggal: 1
10. Sumatera Utara
Terkonfirmasi: 26
Sembuh: 0
Meninggal: 4.
Vaksin Corona
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memastikan bahwa penelitian dan pengembangan vaksin Corona atau SARS-CoV-2 di Indonesia setidaknya memerlukan waktu minimal satu tahun.
Kecuali apabila sudah ada vaksin yang telah dikembangkan di luar negeri sebelumnya sehingga kemudian bisa diproduksi di Indonesia.
Hal itu sebagaimana pernyataan Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro usai bertemu Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (6/4/2020).
“Bagaimana obat dan vaksin? Ini jangka menengah panjang. Untuk vaksin, misalkan kira-kira dibutuhkan paling tidak satu tahun minimal,” terang Menristek BRIN Bambang.
Selain vaksin, Tim Konsorsium COVID-19 juga sedang fokus mengembangkan suplemen untuk menjaga imunitas tubuh yang dibuat dari berbagai bahan baku di Indonesia.
Kemudian, tim juga mengembangkan pengkajian obat COVID-19, salah satunya pil kina yang memiliki kesamaan dengan Chloroquine, obat malaria.
“Mudah-mudahan dengan pengujian ini ada sesuatu barangkali berkontribusi pada pengobatan COVID-19,” harapnya. ( Tribunjogja.com )