Pengakuan Petugas Pemakaman Korban Covid-19 di Paris: Kita Seperti Sedang Berperang

Pengakuan Petugas Pemakaman Korban Covid-19 di Paris: Kita Seperti Sedang Berperang

worldometers
Jumlah kasus virus corona di seluruh dunia, termasuk Prancis 

TRIBUNJOGJA.COM, PARIS – Wabah virus Corona di Prancis, khususnya Paris, telah menelan korban jiwa begitu banyak.

Per Senin (6/4/2020), Covid-19 di Prancis merenggut sekitar 9.000 nyawa. Jumlah kasus positif virus Corona di negara ini menurut Worldometers mendekati 100.000 orang.

Apa kisah di balik begitu banyaknya kematian di Prancis?

Seorang petugas pemakaman Thiais di pinggiran Paris, mengaku syok atas banyaknya kematian yang ia saksikan.

“Setahun biasanya kita hanya menghabiskan satu baris makam,” kata pengelola makam Thiais. “Sekarang setiap minggu itu satu setengah baris habis untuk pemakaman,” lanjutnya.

Paris menjadi tempat tinggal bagi setengah juta warga Yahudi, dan Prancis jadi negara kedua yang memiliki populasi terbesar warga Yahudi di luar Israel.

“Kita di ambang kehancuran,” tukas Menahem Perez (35), coordinator ZAKA Prancis, unit bantuan gawat darurat Paris dikutip media Israel, Haaretz, Selasa (7/4/2020).

Komunitas Yahudi di Paris termasuk golongan yang paling parah terdampak wabah mematikan ini. Sinagog banyak yang ditutup total.

Semasa perang pun bahkan belum pernah mengalami kejadian seperti ini. “Ada begitu banyak yang mati dari pada yang mampu kita kuburkan,” imbuhnya.

Menahem Perez ingin menggambarkan betapa terbatasnya tenaga mereka membantu pemakaman korban Covid-19 ini.

Halaman
123
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved