Breaking News:

VIRAL, Pemudik Wanita di Solo Ngamuk saat Didata oleh Satgas Covid-19, Wali Kota pun Angkat Bicara

Pemudik di Solo marah-marah saat petugas memintanya untuk membuat surat pernyataan karantina mandiri.

Editor: Muhammad Fatoni
Tangkapan layan kompas TV/Tribun Jateng
Pemudik ke Solo marah ketika didata satgas corona 

Seorang wanita di Solo yang baru pulang mudik, mengamuk saat didatangi oleh aparat keamanan di rumahnya. Ia marah-marah saat petugas memintanya untuk membuat surat pernyataan karantina mandiri.

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Perempuan yang tinggal di wilayah Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo, diduga baru saja tiba dari Jakarta.

Beberapa petugas pun mendatangi rumahnya untuk melakukan pendataan dan meminta pernyataan untuk kesediaan karantina mandiri di rumah.

Namun, sang ibu justru marah-marah dan tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh para petugas tersebut

Ia tak mau jika diperlakukan seperti warga pendatang.

"Orang lalu-lalang dibiarkan, saya menetap di sini, ini rumah saya, mau diapain?" ujarnya, dikutip dari Kompas TV, Minggu (5/4/2020).

Emak-emak yang marah-marah saat didatangi petugas ini mendapat tanggapan dari Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Ia menegaskan, pemudik yang datang dari zona merah virus corona, harus membuat surat pernyataan sanggup melakukan karantina mandiri.

Rudy pun mengimbau agar warga tak perlu memarahi petugas saat dilakukan pendataan.

"Kalau Kerja di zona merah, langsung membuat surat pernyataan sanggup karantina mandiri di rumah, diawasi oleh masyarakat, Bhabinsa, dan Kamtibmas."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved