Breaking News:

Kronologi Pengemudi Ojek Online Tertipu Rp700 Ribu saat Antar Penumpang Purwokerto-Solo, Tak Dendam

Pengemudi ojek online tertipu Rp700 ribu saat antar penumpang Purwokerto-Solo. Pelaku kemudian tertangkap, namun ia tidak dendam

Editor: Yoseph Hary W
KOMPAS.COM/HANDOUT
Mulyono, pengemudi ojol di rumahnya Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAWA TENGAH - Pengemudi Ojek Online yang baru bertugas empat bulan setelah sebelumnya merupakan tukang ojek pangkalan mengalami penipuan. 

Tertipu senilai Rp700 ribu, driver ojek online tersebut tidak menyimpan dendam pada si pelaku. 

Ia justru berpesan agar si pelaku tidak disakiti.

Seorang pengemudi ojek online (Ojol) bernama Mulyono (59), warga Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendapat kabar dari rekannya sesama ojol kalau penumpang yang telah menipunya sudah ditangkap.

Mulyono yang baru beralih dari ojek pangkalan menjadi ojol empat bulan ini mengaku tidak menyimpan dendam dengan orang yang telah menipunnya.

Bahkan, ia berpesan kepada rekan sesama ojol agar penumpang yang telah menipunya untuk tidak dihakimi.

"Saya dikabari teman di sana katanya sudah tertangkap, dikirimi fotonya betul atau tidak orangnya. Saya pesan jangan diapa-apakan, jangan dihakimi, dibilangin saja. Saya justru kasihan, apalagi kalau dia sudah punya keluarga dan anak, dan masuk penjara," ujar Mulyono saat dihubungi, Senin (6/4/2020).

Mulyono mengaku, solidaritas teman-teman ojol di Solo luar biasa membantu dirinya agar bisa kembali ke kampung halamannya.

Mereka secara spontan menggalang dana untuk Mulyono dan dalam waktu singkat terkumpul uang mencapai Rp 2 juta.

"Solidaritas teman-teman ojol di Solo luar biasa. Alhamdulilah uang yang terkumpul justru lebih dari Rp 700.000. Tidak sampai setengah jam uang terkumpul sampai Rp 2 juta lebih. Awalnya saya sempat menolak," katanya.

Tak hanya itu, sambung Mulyono, rekan-rekannya sesama ojol pun mengantarkannya hingga Klaten.

Dari Klaten, Mulyono menumpang mobil boks rekan ojol dari Purwokerto yang kebetulan sedang berada di sana.

Sepeda motor miliknya dinaikkan ke mobil boks.

Mulyono merasa bersyukur dapat kembali dengan selamat dan bertemu keluarga di rumah.

Dan seusai dengan peraturan di desanya, kini Mulyono menjalani karantina mandiri di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.

Kronologi

Sebelumnya diberitakan, Mulyono (59) warga Kalibagor, Desa Srowot, Banyumas, menjadi korban penipuan di Solo, Sabtu (4/4/2020).

Mulyono yang sedang mangkal di Terminal Bus Bulupitu Purwokerto diminta mengantarkan penumpang ke Solo.

Pria 59 tahun tersebut diminta mengantar penumpang dari Terminal Purwokerto ke Solo sejauh 230 km.

Si penumpang yang tidak diketahui identitasnya itu menjanjikan akan membayar ongkos Rp 700.000.

Setelah sepakat dengan harga, mereka kemudian berangkat dari Terminal Purwokerto sekitar pukul 14.00 WIB dan sampai di Solo Pukul 19.00 WIB.

Namun sesampainya di Solo, tepatnya di Kelurahan Banjarsari si penumpang menghilang.

Penumpang itu awalnya meminta berhenti di masjid untuk salat, tapi setelah ditunggu sekian lama, tidak diketahui keberadaannya.

(*/ )

(Penulis Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain | Editor Teuku Muhammad Valdy Arief)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ditipu Rp 700.000 Usai Antar Penumpang Purwokerto-Solo, Pengemudi Ojol: Jangan Dihakimi, Dibilangin Saja", https://regional.kompas.com/read/2020/04/06/20295691/ditipu-rp-700000-usai-antar-penumpang-purwokerto-solo-pengemudi-ojol-jangan?page=all#page4.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved