Lahir di Tengah Wabah Corona, Bayi Kembar di India Diberi Nama Covid dan Corona

Menurut sang ibu, Preeti, kelahiran bayi kembarnya terjadi setelah ia dan suaminya, Vinay, menghadapi sejumlah kesulitan dan mereka ingin membuat kela

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
DAILY MAIL
BAYI CORONA COVID - Dilahirkan Saat Pandemi, Bayi Kembar di India Diberi Nama Covid dan Corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Sepasang orangtua di India memutuskan untuk memberikan bayi kembar mereka dengan nama unik, yang mungkin paling sering jadi pembicaraan di saat ini.

Seperti dilaporkan kantor berita Trust of India yang dikutip Sky News, nama yang diberikan untuk bayi kembar itu adalah Covid dan Corona.

Menurut sang ibu, Preeti, kelahiran bayi kembarnya terjadi setelah ia dan suaminya, Vinay, menghadapi sejumlah kesulitan dan mereka ingin membuat kelahiran ini lebih berkesan.

“Memang virus itu berbahaya dan mengancam jiwa, tapi akibat penyebarannya, orang-orang jadi fokus pada kebersihan dan menanamkan kebiasaan baik lainnya. Jadi, kami memikirkan nama-nama ini," ujar sang ibu.

Ibu dan bayi kembarnya itu telah keluar dari rumah sakit meski sempat mengalami beberapa komplikasi selama kelahiran yang membuat si ibu harus menjalani operasi sesar.

"Ketika staf rumah sakit juga mulai memanggil bayi-bayi Corona dan Covid, kami akhirnya memutuskan untuk memberi nama mereka setelah pandemi," tambahnya.

Si kembar dilahirkan di Rumah Sakit Memorial Dr Bhim Rao Ambedkar di ibu kota negara bagian Raipur.

Pasangan itu, berasal dari Uttar Pradesh, tinggal di rumah sewaan di daerah Purani Basti di kota itu.

Mereka mengatakan bahwa nama-nama itu akan mengingatkan mereka tentang kesulitan yang mereka hadapi selama lockdown.

Lockdown di India secara efektif membuat 1,3 miliar orang India di rumah untuk semua kecuali perjalanan penting ke tempat-tempat seperti pasar atau apotek.

Orang miskin makin susah

Ada lebih dari 3.000 kasus yang dikonfirmasi dari coronavirus di seluruh negeri, termasuk 86 kematian.

Tetapi beberapa ahli kesehatan mengatakan India bisa beberapa minggu lagi dari lonjakan yang dapat membanjiri pusat kesehatan masyarakat yang sudah penuh.

Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan penguncian tiga minggu di seluruh negeri pada 24 Maret untuk mencegah penyebaran virus.

Lockdown, yang menurut PM diperlukan untuk menghindari bencana kemanusiaan, telah membawa kesulitan lebih lanjut kepada orang miskin.

Banyak yang kehilangan pekerjaan, keluarga kekurangan makanan dan tempat penampungan tunawisma membeludak.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved