Update Corona di DI Yogyakarta

BREAKING NEWS : Update Data Covid-19 di DIY, 1 Tambahan Kasus Positif

Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 5 April 2020 adalah total PDP sebanyak 334 orang di mana 124 orang masih menjalani perawatan.

geosiar
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Laporan konfirmasi kasus Covid-19 di DIY per 5 April 2020 adalah total PDP sebanyak 334 orang di mana 124 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 35 orang dinyatakan positif (6 orang sembuh, 4 orang meninggal dunia), masih menunggu hasil lab sebanyak 190 orang (8 orang meninggal dunia).

Sementara itu, total ODP yang tersebar di seluruh DIY yakni 2.639 orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan bahwa terdapat penambahan 1 kasus positif Covid-19 di DIY yang berdasarkan pada laporan hasil uji lab BBTKLPP Yogyakarta pada 5 April 2020.

Pemerintah: Mulai Hari Ini Sesuai Rekomendasi WHO Semua Diminta Memakai Masker

"Kasus 36 adalah laki-laki usia 18 tahun warga Gunungkidul. Dia bukan pemudik. Punya riwayat pulang dari Jakarta setelah pendidikan. Alamatnya di Gunungkidul," ujarnya, Minggu (5/4/2020).

Berty menambahkan, bahwa dilaporkan juga adanya 1 kematian kasus positif Covid-19 yakni kasus 14 yaitu laki-laki usia 71 tahun dan merupakan warga Bantul.

"Meninggal tadi (Minggu) pagi. Punya penyakit penyerta yakni Ginjal dan Leukimia," ungkapnya.

Berty mengatakan bahwa orang dengan riwayat penyakit kronis, misalnya kanker, diabetes, hipertensi, ginjal dan sebagainya, ketika terinfeksi Covid-19 masuk dalam kategori kelompok rentan.

"Ini karena akan memperberat penyakitnya serta beban penyakit yang lebih parah dibandingkan dg orang yg tdk mempunyai penyakit kronis," tuturnya.

Namun, bila penyakit yang diderita pasien telah sembuh, ketika penyakit itu merupakan penyakit kronis juga akan memperberat kondisinya.

Kabar Terbaru dr Tirta, Keluar RS Nyanyikan Lagu Karangan Sendiri & Siap Kembali Lawan Virus Corona

Berbeda dengan penyakit karena trauma, yang memiliki kemungkinan tidak akan memperberat proses penyembuhan dari Covid-19.

Selain itu, Berty menambahkan kasus kematian juga dilaporkan dari mereka yang ada dalam status PDP dan belum menjalani pengambilan swab, yakni Perempuan usia 88 tahun yang merupakan warga Kulon Progo.

Kepala BBTKLPP Yogyakarta, Irene menjelaskan terkait proses uji lab yang dilakukan pihaknya. Ia mengatakan bahwa ketika tidak ada perubahan primer atau reagen, pemeriksaan bisa mengeluarkan sekitar 180 hasil lab dalam waktu 24 jam.

"Tapi jika ada perubahan primer (reagen) pemeriksaan maka harus dilakukan optimasi ulang dan penyesuaian lagi dalam pemeriksaan sehingga itu akan memperlambat dan mengurangi jumlah hasil yang selesai diperiksa. Seperti misalnya kemarin karena proses optimasi dan penyesuaian kami hanya bisa memeriksa 30-an sampel," bebernya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved