PSS Sleman

Skuad PSS Sleman Kumpul Kembali Setelah Lebaran Idul Fitri

Skuad PSS Sleman resmi diliburkan menyusul penghentian kompetisi oleh PSSI akibat dari pandemi Virus Corona.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Skuad PSS Sleman resmi diliburkan menyusul penghentian kompetisi oleh PSSI akibat dari pandemi Virus Corona.

Penggawa Laskar Sembada dijadwalkan bakal berkumpul kembali setelah lebaran Idul Fitri.

Seperti diketahui, PSSI menetapkan bahwa Maret, April, Mei, dan Juni 2020 sebagai keadaan kahar atau force majeure terkait penyebaran corona virus atau (Covid-19) di Indonesia.

"Skuad PSS Sleman, setelah lebaran kalo sudah kembali normal baru semua akan kumpul lagi," ujar Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando pada Tribunjogja.com, Kamis (2/4/2020).

Suporter PSS Sleman, BCS Kumpulkan Dana untuk Bantu Tenaga Medis Perangi Corona

Menyikapi libur yang cukup panjang itu, dikatakan Danilo, jika pihak tim pelatih PSS Sleman saat ini masih sedang merumuskan model latihan mandiri yang wajib untuk dilakukan penggawa Super Elang Jawa selama berada di kediaman masing-masing.

Selain itu, kata Danilo, juga ada prosedur keselamatan bagi Ega Rizky Pramana dan kawan-kawan selama berada di rumah.

"Nanti akan ada Program dari tim pelatih untuk menjaga kebugaran fisik dan prosedur untuk keselamatan dari dokter tim selama berada di rumah," tambah Danilo.

Ketika disinggung terkait pembayaran gaji pemain selama libur kompetisi, Danilo belum bisa berbicara banyak, sebab hingga saat ini manajemen klub kebanggaan bumi Sembada masih melakukan pembicaraan.

"Soal gaji, masih dibicarakan manajemen, dalam waktu dekat sudah ada keputusan," tukasnya.

Danilo Fernando Jadi Manajer Anyar PSS Sleman

Sekadar informasi, Persatuan Seluruh Sepak Bola Indonesia (PSSI) telah memutuskan gelaran Liga 1 2020 dan Liga 2 berhenti hingga 29 Mei 2020.

PSSI memberikan enam poin terkait penghentian tersebut, di antaranya adalah menetapkan besaran gaji untuk pemain selama libur.

Tujuannya, agar klub tetap membayarkan hak pemain, di sisi lain mereka tidak keberatan karena kondisi saat ini ditetapkan sebagai force majuere dari bulan Maret hingga Juni.

Pada satu di antara ketetapan disebutkan bahwa pihak klub hanya berkewajiban membayar gaji pemain sebesar 25 persen selama dalam keadaan force majuere. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved