Sleman

Dana dari Swadaya Warga, Kampung Pohruboh RW 52 Bagikan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

Para relawan mendistribusikan sembako tersebut ke rumah-rumah warga menggunakan gerobak. Tampak kekompakan dan semangat membantu sesama dari wajah mer

Istimewa
Semangat bahu-membahu warga Kampung Pohruboh RW 52, Padukuhan Pikgondang, Condongcatur, Depok, Sleman patut diacungi jempol. Pasalnya, Kamis (1/4/2020) relawan tanggap Covid-19 di kampung tersebut mendistribusikan 100 paket sembako kepada 100 kepala keluarga (KK) yang termasuk kalangan menengah ke bawah atau kurang mampu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Semangat bahu-membahu warga Kampung Pohruboh RW 52, Padukuhan Pikgondang, Condongcatur, Depok, Sleman patut diacungi jempol.

Pasalnya, Kamis (1/4/2020) relawan tanggap Covid-19 di kampung tersebut mendistribusikan 100 paket sembako kepada 100 kepala keluarga (KK) yang termasuk kalangan menengah ke bawah atau kurang mampu.

“Total kepala keluarga di RW 52 ada 200 KK. Yang menengah ke bawah separuhnya, 100 KK,” ujar Triyono, Ketua RW 52, Padukuhan Pikgondang, Condongcatur, Depok, Sleman.

Para relawan mendistribusikan sembako tersebut ke rumah-rumah warga menggunakan gerobak.

Warga Kampung Pohruboh RW 52 Berlakukan Pengamanan Ketat Mobilitas Warga

Tampak kekompakan dan semangat membantu sesama dari wajah mereka.

Triyono menjelaskan, dana untuk membeli sembako tersebut didapat dari sumbangan warga yang memiliki penghasilan lebih dan peduli terhadap tetangganya yang lain.

Mengingat banyak warga yang secara perekonomian terdampak oleh wabah Covid-19.

“Satu paket sembako berisi minyak goreng 1 liter, telur 1 kg, beras 2,5 kg, mie instan 10 bungkus, dan sabun mandi 5 batang,” tutur Triyono.

Lockdown Lokal, 150 Penghuni Kost Bimbang untuk Mudik

Sementara, menurut Triyono, Kamis (2/4/2020) warga Kampung Pohruboh RW 52 akan melaksanakan penyemprotan ulang disinfektan ke rumah-rumah warga dan gang-gang kecil.

Sebelumnya, mereka telah melakukan disinfeksi mandiri pada Rabu-Jumat (25-27/3/2020).

Cairan disinfektan dan sprayer mereka beli dari kas RW, donasi warga, serta simpatisan dari DPR RI.

“Untuk masjid masih ada salat berjamaah, tapi sudah tidak ada salat Jumat. Masjid kami semprot tiap tiga hari sekali,” tukas Triyono. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved