Yuk Ikutan, PSIM Jogja Galang Dana untuk Hadapi Pandemik Virus Corona
PSIM Jogja lewat akun resmi Instagram @psimjogja_official mengajak suporter sepak bola di Jogja untuk berbuat sesuatu terkait pandemik virus corona.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Jogja lewat akun resmi Instagram @psimjogja_official mengajak suporter sepak bola di Jogja untuk berbuat sesuatu terkait pandemik virus corona.
“Saatnya kita bergerak untuk memerangi penyebaran virus corona.”
Tak hanya ujaran, tim kebanggaan masyarakat Kota Jogja itu juga menggalang dana dalam rangka mengantisipasi dan menghadapi covid-19.
“Selain diam di rumah, kita bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk melawan penyebaran virus ini melalui PSIM Empathy.”
Mari curahkan sedikit kasih kita untuk sesama, hasil donasi ini akan digunakan untuk segala keperluan memerangi Covid-19.
Tidak lupa disertakan nomor rekening bank resmi milik Laskar Mataram.
“Salurkan donasi anda melalui Bank Mandiri, dengan nomor rekening 13700-8881929-3, atas nama PT. PSIM JAYA JOGJAKARTA.”
Hingga pukul 18.00, unggahan tersebut setidaknya telah disukai sebanyak 2.582 pengikut Instagram PSIM Jogja.
Unggahan itu pun langsung dikomentari seragam oleh suporter bola di Kota Jogja. Intinya, para suporter mendukung penuh apa yang diupayakan PSIM Jogja di tengah wabah corona ini.
“Otw transfer yok lurrr,,, gas ke,,, duwe ne 10ewu yo rapopo,, demi jogja lebih baik,,,” komentar Pemilik akun a*****t.
“Yuk saling membantu,” tulis akun b*****adi_.
“Bismillah, barokah untuk semua,” tanggapan a*****mf.
Force majeure
PSIM bak mengalami deja vu seiiring keputusan PSSI menangguhkan sementara pelaksanaan kompetisi musim 2020 akibat mewabahnya Covid-19.
Sebab, pada musim 2015 silam Laskar Mataram yang juga diarsiteki Seto Nurdiyantoro merasakan nasib hampir serupa, tapi bedanya saat itu kompetisi benar-benar batal digulirkan karena alasan force majeure imbas sanksi FIFA akibat dualisme di tubuh PSSI.
Pada 2015, PSIM yang bermaterikan mayoritas pemain muda harus kecewa lantaran persiapan panjang serta rangkaian uji tanding yang telah dilakoni serasa sia-sia.
Saat seluruh pemain dalam kondisi siap tempur dan berada pada momentum tepat untuk merasakan ketatnya kompetisi, justru dipaksa menelan pil pahit lantaran batal digulirkan.
Terasa kian menyesakkan sebab saat itu launching tim pun telah digelar meriah dihadapan ratusan suporter yang memadati kompleks Wisma Soeratin, Baciro.
Nah musim 2020 situasinya hampir sama. Suporter Laskar Mataram dalam gairah tinggi menanti racikan jitu sang juru taktik, Seto Nurdiyantoro.
Bukan tanpa alasan jika suporter menaruh ekspektasi tinggi kepada pelatih asal Kalasan ini, terlebih bila menilik catatan apik yang ia torehkan bersama tim tetangga, PSS Sleman.
Meski materi tim tak sementereng musim 2019 lalu, namun kembalinya Seto Nurdiyantoro jelas membawa optimisme yang baru.
Seperti deja vu
Gelandang PSIM Yogyakarta, Raymond Tauntu tak memungkiri jika situasi saat ini bak deja vu baginya yang juga menjadi bagian klub berlogo Tugu Pal putih 2015 silam.
"Terkadang sampai tidak habis pikir. Kok bisa situasinya hampir sama dengan 2015, apalagi saat itu juga dilatih Coach Seto. Situasi tim juga saya rasakan juga hampir sama, seperti keluarga," kata Raymond kepada Tribunjogja.com, Minggu (29/3).
"Tahun 2015 tim PSIM juga tidak dihuni pemain bintang, sama halnya dengan musim 2020 ini. Kalau saya katakan, mungkin materi tim tidak diisi pemain bintang tapi sama-sama ditakuti lawan," imbuh pesepak bola asal Makassar ini.
Lebih lanjut, Raymond mengakui, situasi sulit saat ini bukan hanya menimpa dirinya, namun semua pihak. Ia pun berharap, wabah virus corona yang melanda Indonesia cepat berlalu dan semua kembali normal.
"Saya mewakili seluruh pemain PSIM menyampaikan terima kasih untuk semua orang luar biasa yang bekerja di pelayanan kesehatan, semua tenaga medis yang bekerja keras," kata Raymond.
"Situasi ini harapannya cepat berlalu dan liga segera bergulir lagi. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan yang Maha Kuasa dan senantiasa dianugerahi kesehatan," harapnya.
1 Juli 2020
Sebelumnya, PSSI memutuskan meliburkan kompetisi Tanah Air baik Liga 1 ataupun Liga 2 selama dua pekan akibat mewabahnya Covid-19.
Tapi, seiring berjalannya waktu, PSSI akhirnya memutuskan menunda Liga 1 2020 hingga 29 Mei mendatang melalui SK nomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020 yang menimbang arahan dari Presiden Joko Widodo maklumat Kapolri, dan SK BNPB tentang perpanjangan status darurat.
Hal ini juga sudah melalui saran dan masukan Anggota Exco PSSI, PT LIB sebagai operator Liga 1 2020, dan klub peserta Liga 1 dan Liga 2 2020.
Semua elemen akhirnya kompak menerima keputusan. Jika tidak ada halangan, ada kemungkinan Liga 1 2020 kembali bergulir setelah tanggal 1 April mendatang.
Tapi, jika keadaan masih belum membaik, bisa jadi Liga 1 dihentikan penuh musim ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/psim-jogja-galang-dana-untuk-hadapi-pandemik-corona.jpg)