Yogyakarta

Stok Darah PMI DIY Turun 60 Persen, PMI Yakinkan Tidak Ada Kaitan Donor Darah dengan Corona

Wakil Ketua Bidang Unit Tranfusi Darah PMI DIY, dr. Suryanto, mengungkapkan kondisi saat ini kebutuhan darah di rumah sakit masih sama, sementara pers

Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wabah virus Covid-19 memengaruhi pasokan donor darah di DIY secara cukup signifikan.

Penurunan donor darah di PMI DIY itu mencapai angka 60 persen.

Wakil Ketua Bidang Unit Tranfusi Darah PMI DIY, dr. Suryanto, mengungkapkan kondisi saat ini kebutuhan darah di rumah sakit masih sama, sementara persediaannya menurun.

Suryanto menjelaskan, hal itu disebabkan penurunan donor darah dari mobil unit yang dalam kondisi normal memasok 50-60 persen stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI.

Mobil unit biasanya dilaksanakan oleh instansi pemerintahan, kantor-kantor, atau pun masyarakat yang mengadakan acara donor darah.

PMI DIY Kerahkan 500 Relawan Semprot Disinfektan di 439 Titik

"Sejak wabah corona banyak instansi dan masyarakat yang membatalkan mobil unit. Hampir tidak ada sama sekali. Padahal pada kondisi normal bisa mencapai empat mobil unit dalam sehari," tutur Suryanto ditemui di Markas Besar PMI DIY, Senin (30/3/2020).

Suryanto merincikan, kegiatan donor darah di luar PMI yang biasa disebut mobil unit memasok 55 persen stok darah di UDD PMI Kota Yogyakarta.

Sedangkan, di UDD Kabupaten Sleman memasok sekitar 60 persen, UDD PMI Kabupaten Gunungkidul sekitar 75 persen, UDD PMI Kabupaten Bantul 60 persen, dan UDD PMI Kabupaten Kulon Progo sekitar 20 persen.

Ia melanjutkan, penurunan stok darah di masing-masing UDD PMI Kabupaten/Kota beragam.

Halaman
123
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved